Tono Refra,SH,”Polisi Wajib beri Kepastian Hukum”


 

Gambar* Polemik Politeknik Perikanan Negeri Tual*

Tual.SDL.29/09/2013. Terjadinya Polemik berkepanjangan di Politeknik Perikanan Negeri Tual sebagai akibat adanya tudingan tentang terjadinya Dugaan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadaan Barang & Jasa Ta.2011 & 2012 di Politeknik Perikanan Negeri Tual,semakin memicu munculnya  berbagai pendapat di tengah tengah masyarakat.

Salah satunya adalah Praktisi Hukum,Tono Refra,SH.

Kepada SDL melalui telepon seluler,Refra sangat berharap sekiranya sejumlah pihak yang telah dimintai keterangan dalam kasus ini sebagai buntut aduan yang terjadi dapat memperoleh  kepastian hukum,”Sudah nyaris 1 tahun,sejumlah pihak dimintai keterangan,namun hingga saat ini para pihak tersebut tidak mengetahui kepastian hasil pemeriksaan ,apakah akan dilanjutkan ataukah akan ditutup kasusnya.”kata Tono Refra SH.

Sebagai pribadi,Refra sangat menjunjung tinggi upaya Kepolisian dalam melakukan penindakan terhadap Perkara Korupsi ,namun juga diharapkan tidak mengesampingkan hak hak hukum setiap warga Negara,”Saya sebagai pribadi dan tentunya semua orang ,sangat anti terhadap berbagai aksi Tindak pidana korupsi sehingga sangat mendukung upaya untuk memberantas perbuatan korupsi dan pelakunya,akan tetapi jika dalam pemeriksaan sejumlah pihak sebagai saksi ternyata tidak ditemukan bukti yang cukup maka seharusnya polisi sebagai penyelidik dapat bersikap secepatnya sehingga kasus ini tidak berlarut larut sehingga hak hak setiap pihak yang dimintai keterangan dapat dipulihkan kembali”katanya.

Selain itu,Tono Refra SH juga sangat memahami posisi Kepolisian dalam mengambil sikap ,karena masih menunggu hasil Audit BPKP Perwakilan Maluku,”Saya sangat menghargai sikap Kepolisian yang sangat berhati hati dalam kasus ini,karena masih menunggu hasil Audit BPKP Perwakilan Maluku terhadap jalanya pelaksanaan Proyek yang diadukan ,namun rentang waktu yang ada ini sudah terlalu panjang”katanya.

Tono Refra SH juga menyebut salah satu contoh kasus yang kini juga bernasib sama,walaupun secara teknis berbeda,yakni Kasus Dugaan Korupsi pada Kantor Dinas Kelautan dan Perikanan Kab Maluku Tenggara,dimana klienya,sdr.Levinus Tunggal kini berada pada status yang mengambang,”Salah satu contoh penanganan perkara dugaan Tindak Pidana Korupsi yang saya anggap mengambang adalah pada kasus DKP Malra,dimana sebelumnya Klien saya Levinus Tunggal telah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Kejati Maluku,namun karena belum ada hasil audit BPKP terhadap jalanya proyek pembangunan Kantor DKP Malra sehingga belum diketahui jelas berapa kerugian Negara maka Klien saya itu hingga kini berada pada status hukum yang mengambang,padahal rentang penanganan perkara ini sudah bertahun tahun”ungkapnya.

 Untuk kondisi seperti ini,menurut Tono Refra SH ,layak dan wajib diketahui oleh masyarakat luas sehingga tidak menimbulkan multi tafsir yang menyesatkan,”Kondisi ini harus di ketahui oleh masyarakat luas,agar tidak menimbulkan multi tafsir yang menyesatkan,sebab pada prinsipnya,kita wajib mengedepankan asas praduga tak bersalah,sehingga seseorang tidak lantas dihakimi oleh pendapat seseorang sebelum putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap ,”imbuhnya.

Olehnya,sebagai kasus ordinary crime,maka pemeriksaan Kasus Tindak Pidana Korupsi sepatutnya dilakukan dengan cara cepat dan tepat,sehingga jika jelas seseorang itu bersalah maka selayaknya dikenakan sanksi hukum,namun jika tidak terbukti dan cukup bukti seseorang tidak melakukan tindak pidana sebagai yang dicurigakan,disangkakan dan didakwakan maka sepatutnya pula segera dibebaskan dari berbagai tuduhan dan dikembalikan nama baiknya serta direhabilitasi hak hak hukumnya”tandas Tono Refra,SH.(bm)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s