Kriminalisasi diPoliteknik Perikanan Negeri Tual Berlatar Belakang “Agresi dan Upaya Expansi Jabatan”


Tual.Benar kiranya kata pepatah,”Gajah berperang pelanduk mati ditengah tengah,”demikian adanya dengan kondisi riil yang lacakkini sedang melanda Jajaran Direktorat Politeknik Perikanan Negeri Tual.

Walau terlihat samar dan nyaris kasat mata,akan tetapi aroma busuk konspirasi sejumlah oknum yang menginginkan melakukan “Take Over” kekuasaan di Direktorat Polikan Tual semakin tercium keras,walau dilapisi oleh manisnya semangat heroisme semu,namun pada hakekatnya kasus ini justru terlihat secara gamblang berlatar belakang upaya ekspansi kekuasaan serta agresi yang berujung pada upaya melumpuhkan Polikan Tual secara sistematis melalui kriminalisasi yang di bangun oleh actor handal,yang tentunya berpendidikan tinggi ,karena terbaca dari langkah langkah pion yang ia mainkan saat ini.

Kenapa tidak ,sungguh terbaca jelas,kasus yang kini muncul dengan dibungkus tuduhan korupsi dan merugikan Negara ini sebenarnya tidak lebih dari sebatas pembangunan opini public dan tentunya tidak didukung oleh fakta dan bukti riil,anehnya sejumlah oknum demikian gencar membangun opini seolah olah kepolisian lambat menangani kasus dan dengan pengaruh sosial melakukan tekanan ke petinggi Polda Maluku hingga ke KPK dan Kejaksaan Agung untuk terjun bebas menangani kasus ini secara keroyokan.

Jika memang benar adanya telah terjadi korupsi,maka tentunya tak perlu lagi ada pressure dari siapapun,sebab kepolisian sebagai penyidik tentunya akan bekerja secara otomatis untuk menindak para terduga pelaku sebagaimana  yang telah diadukan.

Akan tetapi dengan rentang waktu penanganan hingga nyaris 2 tahun ini,justru membuktikan bahwa sebenarnya Penyidik sangat kesulitan untuk menindak para terlapor karena tidak cukup bukti alias para terlapor itu ternyata tidak terbukti melakukan korupsi sebagaimana yang telah dilaporkan.

Jika memang demikian,maka apakah dengan desakan secara politis serta desakan secara social tersebut lantas membuat Polisi memidanakan seseorang,padahal seseorang tersebut tidak melakukan apa yang telah diadukan atau disangkakan ….?

Bahwa prinsip dasar penegakan hukum adalah penindakan pelaku tindak pidana berdasarkan 2 alat bukti permulaan yang cukup,dan bukan berdasarkan asumsi,anggapan atau bahkan desakan secara politik dan social.artinya bahwa Polisi Tidak Bisa memidanakan seseorang hanya karena berdasarkan “MALU HATI atau bahkan OPINI yang dibangun oleh oknum di Media Massa”

Maka Jika terjadi penindakan yang hanya bersandar pada  desakan politis dan social , tentunya itu bukanlah penegakan hukum,melainkan bagian dari pelanggaran hukum itu sendiri.Karena setiap orang berhak diperlakukan secara sama didepan hukum dan pemerintahan,selain itu prinsip penegakan hukum secara universal adalah bertujuan untuk mencari keadilan dan kebenaran serta perlindungan terhadap hak hak pribadi setiap orang.

Dapat dibayangkan,berapa kerugian secara materi maupun imateril yang diderita para pihak yang diperiksa penyelidik kepolisian selama kurun waktu hampir 2 tahun ini,belum lagi rusaknya pencitraan akibat pemberitaan dan tudingan yang belum tentu kebenaranya.

Padahal hukum secara universal berdiri diatas beberapa azas, diantaranya adalah Keadilan,Kebenaran serta Kepastian.

Selama kurun waktu begitu panjang,para pihak terlapor telah dimintai keterangan dan tentunya dengan status yang belum jelas,dan tanpa sebuah kepastian.

 

Disisi lain,suksesi Direktur Politeknik Perikanan Negeri Tual ,sebenarnya adalah target lain bagi peniup isu,Bahwa Dr.rer.nat Ir. Eugenius Renjaan M.Sc yang kini kembali terpilih sebagai pemegang kendali Direktorat Politeknik Perikanan Negeri Tual menjadi target utama untuk digembosi.

Olehnya ,walau Renjaan tak berada dalam lingkaran Proyek yang diisukan bermasalah ini,namun dirinya dipaksa untuk terseret dalam pusaran perkara isuistis ini.seharusnya,jika benar adanya tuduhan itu maka pihak yang bertanggung jawab adalah PPK (Pejabat Pembuat Komitment ) dan Pejabat SPM berdasarkan SK pengangkatan keduanya yang mengacu pada PERPRES No.54 thn 2010. 

Tujuan utama isu ini sebenarnya  adalah penggembosan,pembusukan serta jika berhasil maka target utamanya adalah menggagalkan pelantikan Renjaan sebagai Direktur Politeknik Perikanan Negeri Tual yang terpilih melalui pemilihan Senat.

Kejam memang,namun langkah langkah memalukan ini sudah terbaca jelas secara gamblang,bahwa sorang akademisi bergelar professor diduga menjadi otak dibalik pergerakan psykopatic ini.

Olehnya,tentunya kondisi ini menjadi ujian yang sangat nyata bagi Polisi,disisi lain yang telah mendapat tekanan secara politis dari aktifis LSM namun disisi lain kasus ini justru sangat lemah karena tak cukup alat bukti.

Bagamana tidak,bangunan proyek dan lapangan olah raga yang diadukan dengan tuduhan gagal pembangunanya sehingga telah merugikan Negara ,kini faktanya telah selesai dibangun dan telah digunakan,dan bahkan menurut hasil audit ahli dari Dinas PU Propinsi Maluku justru bangunan ini memiliki volume lebih,jika demikian maka disisi manakah kerugian Negara itu ….??  (bersambung)  

 

One thought on “Kriminalisasi diPoliteknik Perikanan Negeri Tual Berlatar Belakang “Agresi dan Upaya Expansi Jabatan”

  1. permisi……; Sy lama tinggalkan Tual, tapi setelah mengikuti perkembagan masalah di Politeknik Tual,,, sepertinya tulisan ini lebih rasional,,, dibanding yang sering di tulis orang lain yang suka jelekin manajemen Politeknik Tual,,,.
    ” KADANG PENIUP PELUIT MEMANG ADALAH PAHLAWAN,,, TAPI LEBIH BANYAK DARI MEREKA ADALAH MALING YANG BERTERIAK ADA MALIIINGGGG;;;; heheheheh
    dan biasanya kalo lagi ada di sistem dan menikmati duit politeknik pasti muji-muji tapi kalau mulai tergeser,, kekeringan,,, mulai kalap dan jadi separatis,,, heheheh ;;;;

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s