Soal Kasus Polikan Tual, Elemen Pemuda Minta Polisi Harus Independent


Tual.SDL.28/08/2013. Kasus Duknpigaan Korupsi  Proyek Ta.2011 di Politeknik Perikanan Negeri Tual yang mencuat akibat adanya delik aduan oknum pegawai Politeknik Perikanan Negeri Tual, disebut sebut sebagai ujian bagi jajaran Kepolisian Resort Maluku Tenggara,bahwa independensi penyidik sebagai pihak yang berkewenangan melakukan penyidikan atas adanya Dugaan tindak pidana sebagaimana yang diamanatkan dalam UU  NOMOR 8 TAHUN 1981 tentang  Hukum Acara Pidana benar benar diuji,hal ini sebagaimana yang diungkapkan oleh Tokoh Pemuda Maluku Tenggara & Kota Tual,Hasan Amin Difinubun SH.

“Kasus ini adalah ujian bagi Polres Maluku Tenggara,terutama dalam menjaga independensi sebagai Penyidik sebagaimana amanat UU,sebab kami memantau bahwa pada awal mula hingga saat ini terlihat jelas sejumlah pihak telah melakukan manuver politik dan pembentukan opini yang justru jauh dari nilai nilai kebenarandan  penegakan hukum itu sendiri,”katanya.

“Sebagai Ketua KNPI Maluku Tenggara,saya merasa sangat berkepentingan menyuarakan kepentingan pemuda terkait carut marut yang terjadi di direktorat Polikant Tual sebagai akibat adanya isu korupsi yang dihembuskan sejumlah pihak yang tidak bertanggung jawab,sebab Politeknik Perikanan Negeri Tual adalah asset dunia pendidikan Malra & Kota Tual yang sangat berharga,sehingga sangat disayangkan jika harus terganggu secara operasional maupun pencitraan buruk yang dibangun oleh sejumlah oknum yang hanya bisa mengais kehancuran ”katanya.

Menurut Difinubun,Ia dan kalangan pemuda sangat menghormati segala proses hukum dan sangat mendukung semua langkah penegakan hukum oleh aparat penegak hukum,namun sepatutnya pula proses hukum yang dilakukan oleh Polres Maluku Tenggara juga menghormati hak hak azasi manusia,”Proses penyelidikan dugaan Korupsi Proyek Politeknik Perikanan Negeri Tual harus dilakukan secara professional dan proporsional sehingga tidak menginjak injak hak azasi manusia,olehnya jika dalam proses ini tidak ditemukan cukup bukti maka sepatutnya Penyidik dapat mengumumkan ke masyarakat bahwa kasus ini tidak cukup bukti dan harus ditutup penyelidikanya,serta para pihak yang telah tercoreng namanya akibat wacana yang dibangun oleh sejumlah oknum melalui pemberitaan di Media Massa  harus dipulihkan dan dibersihkan”papar Difinubun.

Selain itu,Difinubun juga kembali menegaskan bahwa keberadaan Politeknik Perikanan Negeri Tual selayaknya di jaga bersama,sebab sebagai Perguruan tinggi negeri,Politeknik Perikanan Negeri Tual adalah penyumbang bagi kehadiran generasi anak bangsa yang berkualitas sesuai dengan kondisi riil kepulauan Kei pada khususnya dan propinsi Maluku pada umumnya yang terdiri dari kepulauan,olehnya Politeknik Perikanan Negeri Tual harus dibersihkan dari oknum yang hanya bisa membangun kehancuran melalui isu tidak benar tanpa pernah memikirkan masa depan anak bangsa yang dapat terganggu akibat kriminalisasi yang dibentuk dari informasi yang tidak benar.imbuhnya.

Olehnya,Mantan ketua Korps Alumni HMI (KAHMI) Kota Tual ini berharap agar Kepolisian Maluku Tenggara tidak terpengaruh oleh pembangunan opini yang terjadi saat ini,”Oknum yang suka membangun opini terkait kasus Politeknik Perikanan Negeri Tual itu kan tidak jelas kredibilitas dan kapabilitasnya nya,mereka hanya bisa berkomentar kosong,saya sangat yakin bahwa jajaran Politeknik Perikanan Negeri Tual tidak seperti yang diberitakan,kan sangat disayangkan jika Politeknik Perikanan Negeri Tual dengan susah payah dibangun dengan kesungguhan dan niat bersih akan tetapi harus hancur oleh isu murahan yang tidak punya pembuktian dan mengada ada,untuk hal ini jelas kami Pemuda sangat berkentingan untuk menjaganya agar tidak dirusak oleh segelintir oknum yang tidak jelas”paparnya.

Untuk itu,Difinubun mengajak seluruh elemen masyarakat Maluku Tenggara dan Kota Tual,Tokoh Pemuda,tokoh masyarakat dan tokoh agama agar dapat menyikapi kondisi perusakan melalui pencitraan buruk dan rasa tidak percaya masyarakat yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab,”saya menghimbau kepada seluruh elemen masyarakat,Tokoh Pemuda,tokoh masyarakat,tokoh agama agar kita bersam sama menjaga keutuhan Politeknik Perikanan Negeri Tual sebagai asset berharga masyarakat Kei dari berbagai kriminalisasi dan upaya perusakan secara sistematis yang dilakukan oknum akibat kepentingan sempit yang tidak terlaksana.sehingga Politeknik Perikanan Negeri Tual tetap utuh dan berkarya mencetak tenaga ahli anak bangsa yang handal  bagi perkembangan pembangunan pendidikan di Maluku Tenggara dan Kota Tual.”tandasnya.

Terkait kasus ini,sebuah sumber SDL di BPKP Ambon yang namanya enggan dikorankan menyebutkan bahwa dalan kasus dugaan Korupsi proyek di Polikan Tual ternyata tidak terdapat kerugian Negara,”mohon maaf ,tapi soal polikan itu tidak ada kerugian Negara,”jelas sumber,ditanya soal informasi yang beredar di sebuah Media terbitan ambon baru baru ini,sumber tersebut menyebutkan bahwa informasi itu tidak benar”tidak benar,pemberitaan itu Cuma mengada-ada saja”papar sumber.

Sementara Kapolres Maluku Tenggara,AKBP Iroth diruang kerjanya menjelaskan bahwa hingga kini pihaknya masih belum dapat bersikap karena masih menunggu hasil audit BPKP,”Detilnya saya belum tau persis,karena saya baru menjabat,tapi untuk jelasnya dapat menghubungi Kasat Reskrim sebagai pihak yang melakukan penyelidikan,akan tetapi jelasnya kami masih menunggu audit BPKP karena untuk mencari apakah ada kerugian Negara atau tidak dalam kasus ini.”kata AKBP Iroth.  (bm)     

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s