Dihantam Badai Fitnah Jajaran POLIKANT Solid & Tegar Berdiri


Sathean.SDL.15/02/2013. Derasnya hantaman badai fitnah yang melanda jajaran direktorat Politeknik Perikanan Negeri Tual pada periode tahun 2012 hingga awal tahun 2013 ini ditengarai tak membuat Polikant menjadi ciut dan surut dalam upaya menyuplai peningkatan mutu pendidikan dan tersedianya sumber daya manusia yang ahli dalam bidang Perikanan dan Kelautan,kendati sumber kerusakan yang terjadi justru berasal dari internal Polikant sendiri.

“Kami tetap positif thingking,walaupun kami diberitakan dengan sangat miring oleh sejumlah media massa yang notabene pemberitaan tersebut justru bersumber dari salah satu staf Polikant yang patut dipertanyakan kredibilitasnya karena yang disebarluaskan dimedia massa oleh yang bersangkutan adalah sepenuhnya bohong dan fitnah”kata Ir.Jamlaay MT.diruang kerjanya (rabu 13/01).

Sebagaimana diketahui,jajaran penyelenggara Proyek pada Polikant telah diberitakan terlibat tindak pemalsuan dokumen tender proyek tahun 2011,kini sejumlah nama pejabat dijajaran Polikant telah berpredikat sebagai terlapor setelah salah satu staf Polikant yang bernama M.Renyaan mengadu ke Polres Maluku Tenggara akan tuduhan sebagaimana dimaksud.

Ir.Jamlaay MT,sebagai salah satu terlapor,menjelaskan kepada SDL bahwa ia dan rekan stafnya yang kini juga berstatus terlapor menjelaskan bahwa semua tuduhan sebagaimana telah terjadi adalah sangat tidak mendasar.katanya.

“Kami dilaporkan dan diberitakan mengerjakan proyek fiktif sebesar 45 milyar,itu kan gila,silahkan saja siapapun boleh datang ke Politeknik Perikanan Negeri Tual dan lihat kondisi fisik bangunan serta alat alat lab,tunjukan kepada kami proyek mana yang fiktif”ujar Jamlaay.

“kemarin diberikan juga di sebuah harian di Kota Ambon,bahwa kami membangun proyek lapangan sepakbola sebesar 50 Milyar,itu tidak benar dan sangat jauh dari kenyataan,yang benar adalah kami membangun lapangan olah raga bagi civitas Polikant,dan nilainya pun sebsar 1 milyar lebih,dan bukan puluhan Milyar,ini ada apa sebenarnya ?”kata Jamlaay penuh kekecewaan.

“Di sini,saya dan jajaran Polikant lainya membangun Politeknik Perikanan Negeri Tual dari nol serta dilandasi dengan hati bersih dan niat suci untuk membangun SDM Orang Kei agar tidak tertinggal dari daerah lain,lalu hari ini setelah semua perjuangan kami mulai menampakan hasil yang sangat maju pesat lantas kami dituduh telah korupsi dan hanya mencari keuntungan sendiri,itu kan tidak adil,sebab dibagian mana kami mengkorupsi keuangan Negara ,tolong jangan tuduh kami dengan hal yang tidak kami perbuat”imbuhnya.

“Jika memang ada kendala soal pelaksanaan proyek di Polikant,maka yang terjadi adalah keterlambatan penyelenggaraan/penyelesaian pekerjaan lapangan olah raga ,namun pihak ke-3 dalam hal ini kontraktor yang mengerjakan proyek ini telah mendapat penalty dari kami berupa menjatuhkan hukuman denda atas keterlambatan pekerjaan “ungkap Jamlaay.

Ditanyakn soal proses hukum di Polres Maluku Tenggara yang terjadi akibat adanya aduan dari Max.Renyaan, Jamlaay mengaku hingga saat ini masih lebih berlaku kooperatif sebagai bukti bahwa ia sangat menghargai huku,,”Saya tetap kooperatif,proses hokum tetap kita junjung tinggi,biarlah semua berjalan sebagaimana seharusnya dan kami yakin bahwa kami dapat melalui badai fitnahan ini dengan penuh bijak,sebab kami yakin bahwa pada akhirnya kebenaran sejati akan terungkap “kata Jamlaay.

>> Kepentingan Politik di balik Fitnah

Sementara disisi lain,Direktur Politeknik Perikanan Negeri Tual,Dr.rer.nat.Ir.Eugenius Renjaan Msc. Kepada SDL menjelaskan bahwa segala kekacauan yang terjadi akibat beredarnya fitnah yang kini menghantam Polikant ,sesungguhnya adalah berlatar kepentingan politik oknum external yang menginginkan jabatan Direktur pada Politeknik Perikanan Negeri Tual,”Walau fitnah ini menghantam Pembantu Direktur dan jajaran staf Polikant ,namun target utama adalah melakukan pembusukan terhadap kepemimpinan saya sebagai direktur,saya telah mendapat informasi dari sumber yang terpercaya bahwa kini ada oknum di luar Polikant yang berdomisli di Ambon yang menginginkan jabatan Direktur di Polikant,dan yang bersangkutan adalah otak dibalik tersebarnya fitnah ini,coba saja bayangkan beberapa staf saya difitnah telah membeli mobil pribadi dan membangun rumah mewah,padahal faktanya itu tidak ada”kata Renyaan.

“Pengadaan alat lab juga dikabarkan diluar adalah proyek fiktif,buktinya kan ada barangnya dan sesuai dengan spek barang,lalu mana yang fiktif ?,jika benar fiktif maka di Lokasi Kampus Polikant di sathean tidak ada bangunan apapun ataupun prasarana kampus lainya,sebab proyek fiktif 45 Milyar itu besar sekali jumlahnya”Imbuh Renyaan.

Ditanya tentang sosok maximilian Renyaan, Dr.rer.nat.Ir.E.Renjaan Msc menyebutkan bahwa Maximilian adalah stafnya yang ia tugaskan sebagai pejabat pemeriksa barang pada pengadaan barang dan jasa pada Polikant tahun 2011 lalu,namun melihat sikap maximilian yang kemudian melakukan penggembosan dan pembusukan terhadap Polikant melalui laporan palsunya ,E.Renyaan menilai itu adalah bagian dari upaya untuk memperburuk citra Polikant yang kini ia pimpin,”Ini pembusukan,sangat jelas,walau semua tuduhan tak berbukti namun tentu dengan tersebarnya fitnahan ini melalui media massa maka penilaian buruk terhadap Polikant akan terbentuk ditengah tengah masyarakat,dan bagi saya ini bukan saja upaya untuk menggembosi Polikant namun juga menggembosi semangat pembangunan dibidang pendidikan tinggi kejuruan dalam ruang lingkup Nasional pada umumnya dan ruang lingkup Kota Tual / Maluku Tenggara pada khususnya”tandas Eugenius Renjaan.

“Coba lihat saja,semua pemebritaan yang meyudutkan Polikant ,ternyata sama sekali tanpa memuat pemberitaan dari sisi lainya,artinya bahwa media massa yang bersangkutan selalu memuat berita miring yang sepenuhnya fitnah ini dengan tanpa upaya untuk meminta tanggapan balik dari kami sebagai objek yang disudutkan,dituduh dan dihakimi secara social melalui media massa,kendati semua informasi yang beredar tersebut adalah palsu dan sama sekali tak mengandung kebenaran,olehnya saya ingatkan,kami juga memiliki hak azazi sebagai manusia yang patut juga dihargai termasuk soal nama baik dan kehormatan,dan untuk ini kami dapat saja melakukan upaya hukum untuk memulihkan kerugian secara materi maupun imateri akibat dari fitnah yang beredar ini”tandas Eugenius Renjaan. (bm)   Gambar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s