Kangkangi Hak Warga Pemkab Malra Dilawan Rakyatnya Sendiri


Tual.SDL.10/01/2013. Mungkin benar adanya syair lagu sang maestro suara sumbang ‘Iwan Fals’, “Kau bagai Bis Kota atau truk gandengan…mentang-mentang besar …srobot sembarangan..red”.
Begitu pula adanya dengan nasib Hi.Ali Wusurwut,warga Kota Elat .Kec kei besar.Kab Maluku Tenggara.Ia terpaksa bangkit dan melawan sang Raksasa “Penguasa Maluku Tenggara” ,ketika hak haknya sebagai pribadi dan warga masyarakat terinjak-injak lantaran lahan kebunnya kini telah digusur oleh pihak penguasa untuk membangun proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).
Proyek ini sebenarnya milik PT.PLN(persero) cab Tual,namun karena akan menggunakan tanah milik masyarakat maka PT.PLN menggandeng Pemda/Pemkot untuk kerja bareng menyukseskan program dari Pemerintah Pusat ini.
Terkait nasib malang yang menimpa dirinya,Hi.Ali Wusurwut kepada SDL mengaku sudah siap untuk melakukan gerakan perlawanan terhadap upaya pemerkosaan terhadap hak-hak miliknya,”karena berulang-ulang telah saya lakukan konfirmasi kepada pemerintah (Wakil bupati),namun tak juga menghasilkan kesepakatan yang baik maka hari ini saya nyatakan siap melakukan perlawanan di Pengadilan Negeri Tual untuk memperjuangkan hak-hak saya yang juga merupakan hak waris keluarga”kata Wusurwut.
Lebih jauh,Hi.wusurwut menjelaskan bahwa,sumber persoalan dari gugatan yang ia layangkan adalah pada sebidang tanah seluas + 0,5 hektare yang terletak di desa Rahareng .Kec Kei Besar Tengah .Kab.Maluku Tenggara.yang diatas sebidang tanah tersebut terdapat tanaman umur panjang berupa Pohon Sagu duri dan mangga. Sebidang tanah ini,menurut Hi.Wusurwut, ia kuasai berdasarkan kepemilikan secara turun temurun dari Almarhum Ayahandanya.”Tanah itu saya kuasai berdasarkan kepemilikan dari Almarhum ayah saya Hi.Ayub Wusurwut,dan kepemilikan ayah saya adalah berdasarkan pemberian secara adat dari Bp.Sahabudin Rusbal berdasarkan jasa almarhum ayahanda saya “jelasnya.
Ditanya tentang koordinasi dengan pihak Pemkab Maluku Tenggara,Hi.Wusurwut menjelaskan bahwa ia pernah beberapa kali bertemu dengan Wakil Bupati Maluku Tenggara,Drs.Yunus Serang,”Saya beberapa kali bertemu dengan wakil Bupati untuk penyelesaian lahan,namun tidak terdapat titik temu,karena belakangan ini melalui sdr.jakuba beyau saya mau diberikan uang sejumlah Rp.2.500.000,- (dua juta limaratus ribu rph),tapi saya tolak karena tanah itu pemberian orang tua secara waris sehingga saya tidak berniat menjual”jelasnya.
Hi.Wusurwut juga menambahkan bahwa yang terjadi selama ini adalah upaya penggelapan hak-haknya yang dilakukan oleh oknum guna mencari keuntungan pribadi,”sekarang lahan saya sudah tergusur habis,semua tanaman makanan sudah hancur,saya jelas mengalami kerugian yang banyak,olehnya melalui pengacara saya,akan saya tuntut ke semua pihak terkait untuk bertanggung jawab serta mengganti rugi semua kerugian saya dan keluarga atas tindakan semena-mena ini”tandasnya.
Atas pernyataan ini,Kuasa Hukum Hi.Wusurwut, Sudiyono Atbar SH. Kepada SDL dikediamanya menyebutkan bahwa pihaknya kini sudah membawa perkara ini ranah hukum,”berdasarkan kuasa dari Klien,maka kita sekarang sudah membawa perkara ini ke ranah hukum dan kini kita sedang berproses”katanya.
Selain itu Atbar juga menjelaskan bahwa pada prinsipnya hak setiap orang/warga Negara itu dilindungi oleh hukum,olehnya jika memang ada kerugian yang dialami oleh setiap orang akibat perbuatan orang lain,koorporasi ataukah unsur pemerintahan maka hak setiap orang yang dirugikan tersebut dapat dimintai ganti rugi serta konsekwensi lain dari tuntutan ,katanya.
“Ini kan bagian dari upaya masyarakat pencari keadilan untuk meperjuangkan hak-hak mereka yang terdzalimi,dan pada prinsipnya UU mmeberi ruang untuk itu, kita sekarang sudah berproses dan kini sudah memasuki tahap mediasi dengan para pihak tergugat,mudah-mudahan perkara ini bisa segera tuntas dengan konsekwensi bahwa semua tuntutan dari Hi.Wusurwut yang kini terzdalimi hak-haknya dapat terpenuhi”tandasnya. (bm)
Hi.Ali wusurwut&Sudyono Atbar SH

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s