Derita 16 kk Pengungsi asal ds.Renfaan Balita DiPengungsian Sudah Mulai Terserang Penyakit


Tual.SDL.13/10/2012.  Walau sudah dijenguk,dibantu dan dipanggil untuk bertatap muka dengan unsur Pemerintah Kab Maluku Tenggara,namun derita 16 KK warga pengungsi asal ds.Renfaan belum kunjung reda.

Pasalnya,dengan kondisi minim air,minim MCK dan minim kelayakan tempat tinggal ,kini warga pengungsi tersebut mulai menghadapi masalah baru disamping masalah minum makan  yang sedang menjerat ini,dua orang balita yang disinyalir lahir dilokasi pengungsian di seputaran Kubur cina Kota Tual ini ,sekarang sedang menderita diare .diduga karena minimnya stok air dan minimnya asupan gizi.

“ Dua balita,anak kami kini sedang terjangkit diare,sebagian lagi sudah mulai tejangkit penyakit kulit”kata Rudy Omaratan,seorang warga pengungsi kepada SDL.

Ditanya tentang penyebabnya,rudy mengaku hanya bisa menduga,” Saya tidak tau pasti,tapi mungkin karena kami ditempat pengungsian kekuarangan air untuk MCk dan  rumah  tinggal yang seadanya,sehingga terkadang untuk urusan  kebersihan juga terabaikan”kata Omaratan.

Selain itu,Rudy juga menyebutkan pula bahwa minimnya asupan gizi ibu menyusui juga menjadi salah satu masalah,” ibu ibu menyusui kurang asupan gizi,kami mengkonsumsi makanan apa adanya,maklum saja ini kondisi pengungsian “ paparnya.

Terkait hal ini,SDL telah berhasil menghubungi salah  satu ahli medis kota Tual,yakni dr.Fadillah Toatubun.Menurutnya kondisi kesehatan lingkungan dan tempat tinggal dapat mepengaruhi kesehatan warga,”Lingkungan sangat berpengaruh bagi kesehatan warga,jadi untuk penanganan soal kesehatan warga pengungsi akan saya laporkan ke Kepala Dinas kesehatan Kota Tual untuk segera dilakukan layanan kesehatan”ungkapnya.

Dr,fadillah juga menghimbau,dengan terjadinya cuaca kemarau yang kini sedang terjadi diharapkan agar warga dapat lebih waspada akan ancaman penyakit yang dapat menyerang sehingga perlu disadari pentingnya menjaga kebersihan rumah dan lingkungan,” sekarang kan musim kemarau,banyak debu dan  angin,jadi warga harus lebih berhati hati dan memperhatikan kesehatan lingkungan dan rumah,terlebih harus meperhatikan kondisi balita karena diusia tersebut anak rentan sekali dengan perubahan cuaca,dan lingkungan ” jelasnya.(bm)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s