“Rakyat Masih Susah”, Diminta Tau Diri,Pejabat Dilarang Foya-Foya


Tual.SDL.28/08/2013.Kenyataan tentang tingginya angka kemiskinan dan pengangguran di Kota Tual dan Maluku Tenggara disinyalir menjadi sebuah preseden buruk bagi prestasi pembangunan yang dilaksanakan oleh Pemerintah,terkhusus Pemerintah setempat (daerah.red).

Sebagaimana diketahui bahwa tingkat kemiskinan yang mencapai angka 15% pada tahun 2011 lalu menjadi sebuah pekerjaan rumah yang tak kunjung selesai,disamping setumpuk masalah social lainya yang masih acap membelit kalangan bawah masyarakat,diantaranya ketersediaan layanan kesehatan,layaknya mutu pendidikan serta penanggulangan penyakit masyarakat seperti perjudian,sex bebas,beredarnya minuman keras dan panyalahgunaan Narkoba.

Hal ini tentu sangat kontras dengan kondisi gaya hidup “pejabat” baik Politisi maupun birokrasi yang dikenal dengan gaya hidup mewah,atau bahkan terkesan lux dan ekslusive.

Menurut data hasil audit instansi terkait,bahwa sejumlah kebocoran anggaran terjadi pada pos pembelanjaan perjalanan dinas pejabat.Sehingga disinyalir puluhan Milyar keuangan Negara terpakai habis dalam setahun hanya untuk keperluan perjalanan dinas pejabat per kabupaten/kota.

Terkait hal ini,Aktifis LSM Amanat dan Pemerhati Sosial,Andreas Resubun kepada SDL mengaku sangat menyesal,menurutnya ,perhatian Pemerintah dan aparat Birokrasi daerah seharusnya lebih intens kepada pelayanan terhadap peningkatan taraf hidup masyarakat setempat,”secara pribadi saya masih melihat ketimpangan yang terjadi,dimana gap social masih terlalu dalam dan jauh antara sikaya dan simiskin,saya menyesalkan itu”ungkapnya.

Resubun juga menyebut,gaya hidup mewah dan suka berfoya foya “oknum Pejabat” sesungguhnya sangat melukai hati masyarakat lemah yang nota bene bergumul dengan kesulitan hidup yang mendera,katanya.

Selain itu,Resubun juga menggaris bawahi kebiasaan memiliki mobil mewah serta menumpuk kekayaan pribadi kini menjadi trend dikalangan elit birokrasi dan elit politik,”Mobil mewah ratusan juta,perlombaan membangun rumah mewah serta kebiasaan memasuki tempat hiburan malam bagi para elit kini sudah menjadi trend,”papar Resubun.

Sementara dilain sisi,rakyat kecil masih terkungkung dengan urusan perut dan kesusahan hidup yang nyata,menurut Resubun,ini adalah sebuah opera terbutuk yang dipertontonkan oleh kaum elit.tandasnya.

Di tempat terpisah,SDL berhasil menemui warga pengungsi asal Desa Renfaan,Kec Kei Besar Utara Timur.Kab.Maluku Tenggara  yang kini masih dalam tempat pengungsian mereka di seputaran kubur cina,jl.Ohoitel.Kec.Dulah Selatan .Kota Tual.

Adalah Rudy Omaratan,warga Desa Renfaan,kepada SDL mengaku hingga saat ini ia dan keluarga besarnya sangat kesulitan,”Kami sudah menjelang 1 tahun lebih di lokasi ini ,dalam pengungsian dari desa kami yakni desa Renfaan dikei besar,”katanya.

Rudy juga menyebutkan bahwa ia dan keluarga besarnya belum berani kembali ke desanya dikarenakan konflik di internal desanya yang belum kunjung selesai halmana ia merasa tidak ada jaminan keamanan dari aparat maupun pemerintah setempat.ungkapnya.

Di Tanya soal sikap Pemkab Maluku Tenggara terkait nasibnya dan keluarga besarnya,Rudy hanya bias menggeleng dan mengangkat bahu,”tidak ada perhatian pemkab Maluku Tenggara,selama ini kami tidak pernah didatangi apalgi diurus dan dibantu”katanya.

“kami semasa di Renfaan,sekali pernah dapat bantuan,yakni 1 buah ceret air dan 1 buah panci masak dari dinas sosial Kab.Maluku Tenggara,selain itu tidak ada”imbuhnya.

Olehnya,Rudy dan keluarga besarnya berniat tetap dalam pengungsian dan melanjutkan exodus dari wilayah Maluku Tenggara,ia berharap ditempat pengungsianya yang baru,Pemerintah Kota Tual dapat melihat kehadiranya dan keluarganya,tidak seperti yang dilakukan oleh wilayah asalnya “Kami ini tergolong orang orang yang dilupakan oleh pemimpin kami”,tandas Rudy. (bm)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s