Pilkada Kota Tual 2013, Kaum Tua Vs Kaum Muda


Pemilu Kepala Daerah Kota Tual baru akan diselenggarakan thn 2013 mendatang,namun suhu politik di daerah ini sudah mulai terasa mengalami kenaikan tajam.

Sejumlah besar kandidat politisi muda datang berduyun-duyun mendaftarkan diri mereka disejumlah Parpol dengan tujuan untuk “terjun bebas” dalam arena “Duel Politik” memperebutkan kursi no.1 dan No.2 Kota Tual.

Bukan itu saja,sejumlah pensiunan aparat pemerintah dan PNS aktif  juga turut melakukan manufer politiknya dengan jalan mendaftarkan diri mereka,untuk maju dalam “Duel” ini.salah satu nama seperti Bakri Tamher SH.MH yang adalah Mantan petinggi kejaksaan disebutsebut sebagai salah satu kandidat “kuda hitam” yang kehadiranya dalam kompetisi Pilkada mendatang diprediksi mampu “menggetarkan” posisi rival politiknya.

Selain itu,Pengusaha konstruksi dan pengadaan barang /jasa terkemuka ,Junaidi Tamher (Om Jhon),juga turut diperhitungkan kehadiranya,sebab untuk Pengusaha berbadan Tinggi besar ini ketenaranya sudah tidak dapat diragukan lagi.

Oleh sebagian kalangan masyarakat,Junaidi Tamher alias Om Jhon Fadir dikenal sebagai orang yang mempunyai “sisi air”,artinya bahwa kehadiranya selalu menjadi awal mula perdamaian dalam setiap gejolak konflik ditengah tengah masyarakat Kota Tual,sebab Om Jhon memang diterima oleh semua kelompok /etnis masyarakat dan suaranya masih sangat disegani dikalangan masyarakat.

Selain pribadi yang dermawan,Om Jhon juga dikenal supel dalam pergaulan,mulai dari kalangan masyarakat hingga “pejabat berbintang”,rata-rata mengenalnya dengan sangat dekat,bahkan rahasia tentang hubungan kekerabatanya dengan Nono Sampono,seorang Purnawirawan petinggi TNI AL berpangkat Letnan Jendral juga mepengaruhi posisinya yang semakin kuat.

Sosok lain adalah Hasyim Rahayaan,sebelumnya ia dikenal sebagai aktifis dan penggiat sosial kemasyarakatan,sepak terjangnya sudah direkam oleh sebagaian masyarakat,baik itu sewaktu ia berada di Jakarta maupun saat ia berada di Kota Tual.Kini Hasyim Rahayaan adalah anggota DPRD Kota Tual dari Partai Demokrat,selain dikenal vokal,rahayaan juga dikenal “tak mau tau”,buktinya Rahayaan harus mengalami nasib naas ketika ia dikeroyok oleh puluhan CPNSD Kota Tual sebagai akibat kevokalanya yang menyoroti proses perekrutan CPNSD Kota Tual 2011 lalu.Walau berakhir di meja perundingan secara kekeluargaan,sejumlah CPNSD yang diduga terlibat dalam penganiayaan terhadap Rahayaan sempat di tahan oleh pihak berwajib.Namun ternyata Rahayaan lebih memilih memaafkan “adik-adiknya” itu,walaupun ia sempat mengalami cedera berat serta kerugian material akibat penganiayaan itu.

Muncul pula sosok lain Putra asli Kota Tual,Ustman Tamnge. Usman diketahui adalah sosok yang pula sederhana,upayanya untuk turut maju dalam duel Politik 2013 mendatang disebut sebut sebagai wujud nyata kecintaanya terhadap tanah tumpah darah,Didukung oleh keluarga besarnya,Usman disinyalir berhasil mengantongi dukungan dari masyarakat akar rumput hingga tumpah ruah.Bahkan saat ia melakukan pendaftaran sebagai kandidat Calon Walikota Tual di PDIP,Usman disinyalir telah diarak oleh 6000 pendukungnya.

Oleh sejumlah kalangan masyarakat,Usman Tamnge diprediksi bakal menjadi lawan berat incumbent yang diketahui juga mengantongi dukungan kuat.Bahkan menurut rumor yang berkembang dikalangan politisi,Usman Tamnge sempat diidam-idamkan oleh sejumlah kandidat calon Wakil Walikota Tual yang kini sudah mendaftarakan diri mereka melalui Parpoluntuk menjadi pasangan dalam laga politik.

Sebagai anak dari seorang pekerja kasar (TKBM pelabuhan.red),Usman Tamnge lekat dengan sikap sederhananya,walau ia diketahui sebagai salah satu putra Tual yang sukses meniti kariernya sebagai PNS di Tanah Papua.Hal itu tak membuatnya menjadi sosok sombong,dan suka membanggakan diri.

Lain pula dengan kandidat Walikota Tual yang kini di kenal dengan nama Hi.MM Tamher,selain sebagai incumbent,sosok MM Tamher sudah tak asing bagi kalangan luas masyarakat Kota Tual,selain sebagai Tokoh sentral pemekaran,MM Tamher adalah Politisi senior yang sudah tidak diragukan kapasitas dan kapabilitasnya.Selepas pensiun dari jabatan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kab.maluku Tenggara,MM Tamher langsung terjun bebas dalam kancah perpolitikan waktu itu.Kariernya sempat pula turun naik,setelah menjadi anggota DPRD Malra,Tamher juga menduduki jabatan ketua DPRD Malra,namun sempat juga turun kembali menjabat sebagai wakil ketua DPRD Malra pada periode yang berbeda,+   40 tahun ia berbakti kepada masyarakat.dan tentunya banyak sudah karyanya yang kini sudah dinikmati oleh rakyat.

MM Tamher,dikenal kampiun dalam urusan politik,bahkan ada yang menganggapnya sebagai profesor Politik Malra&Kota Tual pada saat ini,Namun kini isu tentang kesehatanya yang memburuk sekali kali,juga tentunya sangat mepengaruhi elektabilitasnya.

Kendati demikian,animo sejumlah besar komunitas masyarakat masih sangat kuat mendukungnya,terbukti bahwa sejumlah komunitas warga sempat mendatanginya serta menyampaikan dukungan mereka kepada MM Tamher,halmana menurut mereka MM Tamher sangat berjasa bagi Kota Tual baik secara materi maupun secara pikiran,dalam setiap proses Perpolitikan yang terjadi sedari masa Kab.Maluku Tenggara hingga periode Kota Tual menjadi daerah otonom hasil pemekaran berdasarkan UU No.31 Thn 2008.

Di belakang MM Tamher disebut-sebut masih ada barisan pendukung yang yang sangat solid dan militan,namun sayangnya isu “Perpisahan “ dengan pasanganya yang kini menjabat sebagai Wakil Walikota Tual,Adam Rahayaan.juga menjadi sebuah wacana politik yang juga harus diperhitungkan,sebab biar bagaimana juga Adam Rahayaan memiliki pula barisan yang rapi di tubuh partai PKS.

Entah strategi apa yang sedang dimainkan oleh Orang No.1 Kota Tual ini,sebab kini dari Partainya yakni Partai Pohon Beringin (GOLKAR.red),tercatat ada 3 politisi yang juga tak bisa diremehkan ,turut mendaftarkan diri sebagai kandidat calon Wakil wali Kota Tual,yakni RM Waremwa,Fadilah Rahawarin dan AH.Zein Rumles.

Ketiga Politisi yang tidak bisa dipandang remeh ini,disinyalir mampu membuyarkan konsentrasi kalangan masyarakat luas Kota Tual terhadap Duo MM-Adam (MUDA.red),bahkan olehnya pula kini mampu memicu “pikiran lain” masyarakat,diantaranya adalah pertanyaan tentang apakah Partai Golkar sedang mencari sosok Penerus H.MM Tamher ?

Suka atau tidak suka,mau atau tidak mau,tentu wacana ini akan mengemuka dibenak setiap warga Kota Tual.

Demikian kiranya ,selayang pandang tentang sosok siapakah pemimpin masa depan kota Tual,namun siapapun kelak pemimpin yang terpilih,Rakyat Kota Tual tentu berharap bahwa pemimpin mereka selalu berpihak kepada rakyat,sehingga cita cita tercapainya kesejahteraan masyarakat dalam kerangka pemekaran dapat terwujud nyatakan,Wallahu’alam bi sawab.(bm)

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s