Trip to Wuliaru Island,Maluku Tenggara Barat


Ombak kecil saat perahu motor kami melayari keluar dari perairan Kota Larat,Maluku Tenggara Barat.sesekali sesama penumpang saling menebarkan senyum diantara kami,Rasa lega setelah hampir 2 jam berkejar kejaran dengan waktu yang memicu kami karena harus berlomba dengan air surut yang bisa saja menghalangi perjalanan kami menuju pulau wuryaru,tujuan kami dalam perjalanan dari Kota Tual.

Perahu body susun 3 papan yang kami tumpangi melaju dengan kecepatan maksimal,karena selain sudah dirancang kusus untuk berlayar antar pulau,namun ia juga mendapat tenaga ekstra dengan didorong oleh 2 unit mesin ketinting (sejenis motor tempel berbahan bakar bensin).

Didalam perahu,saya dan anak perempuan saya yang baru berumur 5 tahun beserta 5 orang lainnya yang masih termasuk family dari istri saya yang juga berasal dari Kepulauan tanimbar ,kami mengikuti pelayaran dengan tenang,karena selain penuh dengan suasana ramah tamah namun juga ddidukung oleh cuaca yang cerah dengan tanpa desertai ombak yang besar.

Perjalanan selama kurang lebih 8 jam kami tempuh,menyusuri pesisir  barat Pulau Yamdena,hingga saat kami memasuki perairan Laut Labobar,pelayaran kami mendapat sedikit sentakan gelombang yang agak keras,oleh saudara laki laki istri saya,diperairan laut Labobar tersebut memang terkenal dengan gelombangnya yang besar,apalagi jika musim barat bertepatan pada kisaran bulan desember hingga bulan maret,maka untuk melayari laut Labobar merupakan sebuah pilihan yang sangat sulit dan membahayakan,karena pada kurun waktu tersebut laut labobar menjadi sangat ganas bagi semua jenis pelayaran menggunakan kendaraan laut.

Dalam pelayaran kami,terlihat jelas betapa laut dan alam bumi tanimbar masih menyimpan banyak potensi serta kekayaan alam yang belum tersentuh.Hutan bakau yang menjadi sumber kehidupan biota laut dan pantai masih terjaga dari aksi perusakan orang orang yang tidak bertanggung jawab,olehnya di tempat saya menuju ini tercatat mampunyai kekayaan laut yang melimpah,mulai dari segala jenis ikan laut,kepiting rawa,segala jenis kepiting laut,kerang,siput,teripang,lola serta hasil laut lainya masih sangat berlimpah ruah.

Kawasan pesisir pulau Yamdena serta pulau pulau kecil yang mengelilinginya juga masih tergolong kawasan yang sepi penduduk,karena terlihat bahwa jarak antara desa satu dengan desa lainya bisa beratus meter atau bahkan beberapa kilometer,padahal jumlah penduduk tiap desa tidak lebih dari 1000 jiwa.Tak urung pula dalam perjalanan saya,terlihat juga beberapa pulau tak berpenghuni,dan menurut keterangan saudara laki laki istri saya,penduduk desa desa tertentu hanya menggunakan pulau pulau tersebut sebagai tempat menanam pohon kelapa dan berkebun.(bersambung)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s