Vonis Bebas Tedy Tengko Dibawah Kawalan Ratusan Polisi


Ambon,.- Majelis Hakim Pengadilan Negeri Ambon Selasa (25/10) menjatuhkan vonis bebas terhadap terdakwa korupsi Bupati Aru nonaktif, Thedy Tengko. “Menyataan terdakwa (Thedy Tengko) tidak terbukti secara sah atas semua dakwaan dari jaksa penuntut umum,”

kata Ketua Majelis Arthur Hangewa saat membacakan amar putusannya di Gedung Sport Hall Karang Panjang Ambon, yang dijadikan lokasi sidang.

Majelis hakim berpendapat terdakwa tidak bersalah karena apa yang dilakukan merupakan kewenangan diskresionar. Pembelian Mess Jargaria merupakan kebijakan yang dilakukan oleh Pemkab Aru. Bahkan temuan Badan Pemeriksa Keuangan tidak terjadi mark up dalam pengadaan Mess Jargaria. Negara malah diuntungkan, karena anggaran pembangunan mess jauh lebih kecil bila dibanding dengan besarnya bangunan.

Dakwaan subsidier dan primer yang disampaikan JPU juga menurut majelis hakim batal demi hukum, karena apa yang dilakukan Tengko merupakan wewenang diskresi. “Menyatakan atas vonis bebas tersebut maka terdakwa harus dipulihkan nama baiknya dan kembali menduduki jabatan Bupati Kepulauan Aru,” kata Hangewa yang didampingi Sunggul Simanjuntak dan Glenny de Fretes sebagai hakim anggota.

Terdakwa didampingi penasehat hukumnya, Sudirman Sidabuke, Adolf Saleky dan Jacobis Siahaya. Putusan bebas tersebut langsung disambut gembira terdakwa dan keluarga serta pendukungnya di ruang sidang. “Terimah kasih Tuhan, perjuangan kami tidak sia-sia. Keadilan memang ditunjukan saat ini,” kata salah satu pendukung Tengko di ruang sidang. Perasaan bahagia dan haru ditunjukan Tengko dan pendukungnya, usai putusan bebas dijatuhkan.

Pada sidang tuntutan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut Tengko dengan hukuman 10 tahun penjara. Tengko didakwa melakukan tindak pidana korupsi APBD Kabupaten Aru tahun anggaran 2006-2007 sehingga merugikan negara sebesar Rp 42,5 miliar. Ia didakwa memanfaatkan uang untuk pembayaran Mess Jargaria sebesar Rp 2 miliar, pinjaman pribadi Rp 1 miliar dan membayar fee kuasa hukum Edison Betaubun Rp 750 juta untuk gugatan ke PTUN, padahal belum dilantik sebagai Bupati Aru.

Sidang yang digelar di Gedung Sport Hall Karang Panjang, Ambon tepat Pukul 10.00 WIT, mendapat pengawalan ketat ratusan personil Polda Maluku dan Polres Ambon. Dengan alasan keamanan, sidang putusan terpaksa digelar di Gedung Sport Hall. Sidang berlangsung aman dan lancar, meski puluhan massa yang kontra terhadap Tengko terlihat di lokasi sidang.

Sebelum sidang digelar aparat kepolisian disebar mulai dari depan hingga belakang gedung Spor Hall. Sejumlah aparat Brimob BKO bersama dua unit Barakuda disiagakan di belakang gedung itu.

Pengunjung yang ingin menghadiri sidang putusan Tengko, digeledah mulai dari tubuh hingga barang bawaannya. Di dalam ruang sidang, gedung yang biasanya digunakan untuk kegiatan konser dan seni itu diisi oleh para pengunjung mulai dari yang pro dan yang kontra terhadap terdakwa. Aparat kepolisian dengan senjata lengkap disiagakan di dalam ruang sidang. Titik-titik di setiap pojok gedung dalam ruangan terdapat sejumlah aparat intelejen dan Brimob BKO.

Sidang terhadap terdakwa Tengko terbilang cukup lama, hampir setahun. Sidang perdana Tengko digelar di PN Ambon tahun 2010. Hangewa membacakan amar putusan Tengko yang berjumlah empat buku yang masing-masing setebal 5 cm. dibacakan bergiliran dengan anggota majelis hakim, selama lebih 5 jam.

JPU Ahmad Latupono dan I Gede Eka mengatakan akan mengajukan kasasi atas putusan bebas tersebut. PH terdakwa, Sudirman Sidabuke mengaku tidak kaget dengan putusan bebas yang dijatuhkan majelis hakim terhadap kliennya.

Karena putusan majelis hakim berdasarkan fakta-fakta dipersidangan dan sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku.

“Sesuai prosedur, apabila JPU merasa keberatan dengan putusan majelis hakim, maka mereka bisa melakukan kasasi. Kalau JPU tidak melakukan kasasi, putusan (bebas) itu dinyatakan sah demi hukum (inkrah),” tandasnya.
Sidabuke menyoroti sikap JPU yang tidak bisa menghadirkan saksi-saksi dalam putusan perkara Tengko. Padahal mereka turut menikmati uang daerah.

(sumber ambonekspres)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s