Tak Peduli Dari Wadah Manapun,Advokat harus DiAmbil Sumpah


Tual.SDL.15/09/2011.Terkait Aksi debat kusir antara 3 orang advokat yang hendak beracara dan melakukan pembelaan terhadap klien mereka,dalam sidang perkara pencemaran nama baik dan perbuatan tidak menyenangkan terhadap Bupati Maluku Tenggara,dengan terdakwa Nizar Sirhan Sather di PN Tual,mengundang perhatian publik.

Bagaimana tidak,walaupun oleh Ketua Majelis hakim yang memeriksa perkara tersebut menyatakan bahwa ketiga advokat tersebut tidak diperkenankan beracara,namun ketiganya bersikukuh bahwa ketiganya layak dan patut beracara.

Aksi debat Kusir sepanjang persidangan ini,bertumpu pada masalah tentang legal standing ketiganya dalam praktek acara di pengadilan,menurut ketua Majelis Hakim,ketiganya tersebut,(Lopianus Ngabalin SH,M Hehalau SH, A.Matdoan SH ) dinyatakan tidak sah berpraktrek dipengadilan lantaran ketiganya belum diambil sumpah jabatan sebagai advokat oleh ketua pengadilan tinggi manapun.”Anda bertiga kami nyatakan tidak bisa beracara karena belum menjalani sumpah jabatan sebagai advokat”kata Jemy waly SH (ketua mejelis Hakim).

Namun atas pernyataan ketua majelis hakim tersebut,masing masing dari ketiga advokat tersebut menepisnya,”Kami sah beracara,karena telah disahkan oleh asosiasi”kata lopianus ngabalin SH.

Sementara,menurut Matdoan,bahwa soal legalitas beracara advokat adalah sah apabila sudah mendapat pengesahan dari asosiasi,dan tidak perlu dilantik/diambil sumpah janji sebagai advokat oleh ketua pengadilan tinggi manapun,hal ini ditegaskanya lantaran berdasarkan keputusan MK hasil judicial review asosiasi KAI (kongres advokat Indonesia) ,dalam kesempatan yang sama Matdoan SH bahkan sempat membacakan salah satu point penting keputusan MK sebagaimana yang ia maksudkan.

Lain Pula M.Hehalau SH,Ia bahkan sempat mengeluarkan suara tegas menanggapi sikap Ketua majelis Hakim yang bersikukuh menolak dirinya,”Kenapa kita bicarakan formil beracara,sekarang ini masyarakat kecil sedang membutuhkan keadilan,maka biarkanlah kami melakukan pembelaan”ketusnya.

Walau ngotot,namun ketua majelis Hakim,Jemy WalySH tidak mengindahkan protes ketiga advokat ini,bahkan Waly menganggap jika ketiganya bersikukuh duduk di kursi Penasehat hukum,maka majelis memposisikan ketiganya sebagai pengujung sidag,”Yang boleh membacakan eksepsi hanya Pak soleh dari LBH pers,karena sudah diambil sumpah sebadai advokat,sementara untuk yang lain saya tidak meperkenankan mebacakan eksepsi,jika pak soleh capek maka kita skors sidang”sebut Waly.

Pasca sidang,Humas PN Tual,dedy sahusilawane SH kepada SDL diruang kerjanya,menjelaskan bahwa pengadilan negeri Tual tidak pernah mepernasalahkan dari wadah mana advokat tersebut,namun yang dipermasalahkan adalah apakah advokat yang bersangkutan sudah diambil sumpah janji,”Tak masalah advokat dari wadah manapun,yang penting bahwa advokat yang bersangkutan harus sudah diambil sumpah janji oleh ketua Pengadilan Tinggi”ungkapnya.

Pengambilan Sumpah advokat oleh ketua pengadilan Tinggi adalah merupakan syarat mutlak yang harus dipenuhi oleh setiap advokat sebelum beracara,jika tidak dipenuhi maka yang bersangkutan tidak sah beracara alias ilegal,imbuhnya.

“kami tetap berpedoman pada UU tentang advokat dan SEMA RI no.052/KMA/2009,sehingga bagi advokat yang mau beracara dipengadilan maka sudah harus di ambil sumpah oleh Ketua Pengadilan Tinggi”tandasnya.

Menanggapi  hal ini,Ketua Komisi A DPRD Kota Tual menyatakan mendukung oleh sikap Pengadilan Negeri Tual dalam menertibkan advokat yang beracara di PN Tual,”Saya mendukung sepenuhnya sikap tegas Pengadilan Negeri Tual dalam melakukan penertiban advokat,sebab untuk menjadi seorang pengacara memang wajib melalui jenjang persayaratan yang wajib dipenuhi,salah satu syarat mutlak adalah sudah diambil sumpah jabatan oleh Ketua Pengadilan Tinggi”ungkapnya.

Sebagai seorang praktisi hukum Senior yang kini bercuti karena menjabat sebagai anggota DPRD,Matutu mencontohkan dirinya,bahwa untuk meraih jabatan advokat maka ia harus bersabar beberapa tahun sebagai pengacara praktek,dan kemudian ikut ujian advokat,setlah dinyatakan lulus maka ia pun harus menunggu beberapa bulan untuk dilantik sebagai pengacara,paparnya.”saya dulu saja bersusah payah,baru bisa dilantik dan diambil sumpah janji oleh Ketua PT sebagai pengacara,jadi tidak gampang begitu saja,mengantongi kartu advokat lantas langsung beracara,tidak bisa demikian”imbuhnya.

Matutu mengahimbau kepada para advokat praktek,untuk sebisanya melengakapi persyaratan formil mereka,”saya himbau lengkapi persyaratan formilnya lah….,kita kan penegak hukum,seharusnya sebelum menegakan hukum bagiorang lain,kita tegakan hukum bagi diri sendiri dulu,”tandasnya.(bm)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s