Minyak Goreng Curah, Produk Home Industri Masyarakat Pulau Pulau Kur,Tayando-Tam


Tual.SDL.06/09/2011.Tingginya konsumsi Minyak goreng bagi kebutuhan rumah tangga dan industry rumah makan dalam skala nasional ,sebenarnya membuka potensi bagi terbukanya pangsa pasar bagi industry rumahan(Home Industry) pembuatan minyak goreng curah yang berbahan baku buah Kelapa Tua/coconut oil.
Hasil survey menunjukan bahwa dalam setiap 3-4 hari,setiap rumah tangga memerlukan 700 Ml minyak goreng curah dengan penggunaanya yang berfariasi.
Pangsa pasar ini yang hingga kini belum dilirik oleh pihak investor local Kota Tual dan Maluku Tenggara dalam upaya mengembangkan home industry pembuatan minyak goring curah.
Atas sinyalemen ini,Kota Tual mempunyai sumber daya alam yang memadai untuk dikembangkanya home industry Minyak goreng curah.Seperti halnya yang ditemukan di desa Lokwerin .Kec P Kur.
Potensi pengembangan Home industry Minyak goreng curah masih memiliki kesempatan yang sangat baik untuk dikembangkan diwilayah tersebut,yang pertama karena terdapat bahan baku kelapa yang cukup,ditambah lagi keinginan warga masyarakat untuk meperbaiki perekonomian mereka melalui home industry ini sangat tinggi,sehingga dengan sedikit dorongan maka industry minyak goreng curah dapat menjadi salah satu andalan Kota Tual dalam menonjolkan keunggulan komperatif daerah yang tentunya akan menjadi nilai tambah bagi peningkatan pendapatan daerah.
Salah satu pelaku home industry Minyak Goreng curah yang berada di desa Lokwerin,saleh Letsoin mengaku mampu memproduksi hingga 200 liter /2 minggu ,dan minyak goreng curah buatanya habis terjual dipasaran kec Pulau Kur,”saya mampu membuat 200 botol tiap 2 minggu,dan habis terjual di Kur saja”ungkapnya.
Letsoin juga mengaku bahwa dirinya dengan usaha tersebut dirinya menghidupi keluarganya dan menanggung 2 anaknya yang saat ini duduk dibangku perguruan tinggi,”saya jual dengan harga Rp.10.000/botol,dan hasil dari penjualan ini saya menghidupi keluarga dan membiayayi kuliah 2 orang anak saya’tandas Letsoin.
Ia berharap sekiranya Pemerintah Kota Tual melalui dinas instansi terkait dapat mengulurkan bantuan kepadanya,dengan cara membantu pengadaan mesin parut kelapa karena selama ini ia masih menggunakan parut kelapa manual,dengan mesin parut kelapa tersebut ia yakin bahwa hasil prosuksi minyak goreng curah buatanya dapat lebih maksimal dan mampu menjadi penopang ekonomi keluarga,harapnya. (bm)

Home Industri di Kota Tual

3 thoughts on “Minyak Goreng Curah, Produk Home Industri Masyarakat Pulau Pulau Kur,Tayando-Tam

  1. sekiranya pemerintah kota tual mulai saat ini melihat potensi SDA yg ada di kecamatan kepulauan kur untuk di kembangkan ….!!!! krena potensi sda yang ada di keamatan kepulauan kur sangan berfariasi dan mempunya nilai ekonomi tinggi…

    Balas
  2. saya ingin mengajak kita semua ayo…….!!!
    mari membangun kota tual dng tdk hanya berharap batuan pusat….!!! kita oang kei secara umum mempunyai semangat juang yang tinggi dan pekerja keras…kenapa di ratau kita bisa melakukan bayak hal tapi daerah sendiri blm…??? saya sangat yakin dengan potensi SDA/SDM yag kita punya bila bergandengan tangan maka apapun yang di cita2 baik oleh pemerintah daerah (kota tual) maupun masyaakat secara umum bisa dilkaukan …….berikan ksempat buat investor bila ada potensi SDA yang bisa di garap diberikan kemudahan..!! tapi juga perlu di ingat bahwa hak2 rakyat juga jangan diabaikan sehingga tidak terjadi konflik sosial……
    seara khusu sy ingin menyampaikan bahwa di keamatan kepuala kur berbagai potensi sda sangat menjanjikan diantaranya…
    # cengk,
    # pala,
    # kopi
    # kakau.
    # kelapa
    # lola
    # teripang
    dan masih bayak potensi sda lain yang perlu perhatian serius dri pemerintah kota tual untuk mengembangkan sumberdaya yang ada….jika daerah2 lain seperti sulawesi terkenal dengan sentra produksi kakau, padi, dan lain2 kenapa pemerintah kota tual tdk/blm melalukan hal itu padahal jika ingin meningkat pendapatan perkapita masyarakat (PDB} maka secara langsung harus melibatkan masyarat, masyarakan bukan sebagai obyek tapi masyarakat harus sebagai subyek dalam membangun perekonomianya…..nex time comen

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s