Siapa menanam,Siapa menuai


Banyak sekali keluh kesah yang bakal muncul,tatkala manusia mengalami hal buruk atau hal yang tidak menguntungkan.Bukan karena disebabkan oleh sebuah kesadaran ,namun lebih cenderung pada akibat dari sebuah keinginan yang tidak terlaksana,walau pada dasarnya keinginan tersebut sudah disusun matang dengan sebuah perencanaan yang rumit dan terperinci.

Dengan dalih apapun,manusia sering malakukan upaya upaya untuk melawan keadaan yang tidak menguntungkan ini,entah dengan menggunakan dalih apapun.yang penting keinginan mereka tercapai atau terlaksana sesuai yang direncanakan.

Ada sebuah sisi yang terkadang selalu dilupakan oleh umat manusia dalam mengarungi kehidupan dengan berbagai aspek hidup.Bahwa sesungguhnya posisi perencanaan manusia sebebnarnya bukan satu satunya penentu keberhasilan sebuah keinginan,namun pada kahakekatnya ada sebuah kekuatan besar yang  mengendalikan alur kehidupan dunia fana,dan kekuatan tersebut di Namakan Kehendak Yang Maha Kuasa.

Sadar atau tidak,setuju ataupun tidak maka fakta ini tidak dapat terbantahkan.

Ukuran dalam skala kecil,semisal bahwa ada sebuah keberhasilan yang dicapai ataupun sebuah kegagalan yang dirasakan oleh setiap individu ternyata terjadi diluar kendali dan bahkan datangnya dengan tanpa diduga-duga,maka fakta ini semakin menonjol terbaca oleh hati,pikiran dan panca indera dengan jelas dan gambling,namun sayangnya kita sering tak mampu menangkap kebesaran ALLAH SWT.

Dalam skala yang besar,bahwa jika sudah waktunya maka jika terjadi sebuah revolusi pikir,revolusi social ataupun reformasi politik dan hukum,maka sepatutnya kita sekalian mengakuinya bahwa hal tersebut adalah bagian dari Kehendak Illahi Robbi.

Lantas jika demikian,maka sepatutnya kita mengakui segala ketetapan tersebut dengan tanpa mengadakan upaya untuk melawanya.

Tipu daya dan reka yasa,sesungguhnya tidak akan berhasil jika semuanya itu berlandaskan trik dan akal-akalan,karena sesungguhnya hal-hal yang timbul daripada reka daya pada hakekatnya sangat rapuh dan tidak bertahan lama,kendati tersusun rapi dan terorganisir selayaknya SARANG LABA-LABA.

Bahwa kita sekalian sudah pasti mengakui adanya Sunatullah,yakni hukum alam yang segala prinsip-prinsipnya sudah ditetapkan oleh Yang Maha Kuasa Dzat Pencipta Alam semesta.Bahwa barang siapa menabur maka sudah pasti akan memanen,barangsiapa menanam maka sudah pasti akan memetik hasil.

Intinya bahwa,segala sesuatu hal yang terjadi pada setiap individu adalah karena ulah perbuatan sendiri.sehingga tidak benar jika lantas kita menuding orang lain adalah penyebab datangnya musibah ataupun hal yang buruk.Karena pada hakekatnya semua itu adalah hasil perbuatan diri sendiri.

Jika demikian,lantas kenapa harus kita libatkan orang lain untuk turut menanggung hasil ulah perbuatan kita ? atau bahkan kenapa harus orang lain yang menjadi tameng bagi datangnya akibat dari perbuatan kita ?Ini menandakan bahwa pada dasarnya,kita sendiri masih punya segunung rasaego yang sangat tinggi,dan tentunya tidak mempunyai jiwa ksatria yang penuh lapang dada menerima semua kenyataan walaupun itu pahit adanya. Nah,akankah kita memilih salah satu dari dua jalan tersebut ….?   Itu terserah anda.

(copy right SDL)

2 thoughts on “Siapa menanam,Siapa menuai

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s