Kemuliaan Hidup


Geliat aktifitas manusia dalam keseharian menjadikan bumi ini ramai oleh kesibukan penghuninya,hal ini adalah bagian dari takdir Illahi.Bahwa memang bumi diciptakan untuk manusia,untuk memuliakan manusia,karena keberadaan bumi adalah untuk menjadi wahana bagi Manusia untuk mengepspresikan diri dalam gerak langkahnya untuk mengabdi kepada Sang Khalik,ALLAH SWT.

Seperti esensi penciptaan Bumi dan keberadaan manusia yang ditakdirkan untuk menjadi pemimpin bagi mahluk lain dan juga bagi sesama manusia,maka manusia diuji untuk menunjukan citra diri yang mulia didepan Sang Pencipta.Hal ini tentu memicu berbagai upaya untuk berkompetisi bagi setiap insane terhadap sesamanya,berkompetisi untuk menjadi yang terbaik dalam segala segi kehidupan.Terkait upaya untuk berkompetisi ini,pada dasarnya setiap insane tentu tak menginginkan diri dan semua unsure yang berada disekelilingnya menjadi tak bernilai atapun bahkan menjadi bernilai buruk.Namun memang tak dapat dipungkiri bahwa ada saja manusia yang terperosok dalam keburukan hidup,bukan karena kemauan mereka,namun lebih dikarenakan ketidak mampuan individu tersebut untuk memanage diri serta semua potensi yang ada untuk menuju kepada cita cita dan harapan.Hidup Mulia,tentu menjadi angan anagn setiap orang,entah konsep apa yang dipakai untuk menerjemahkan arti dari Hidup Mulia ini,ada yang berpendapat bahwa Hidup Mulia berarti harus berharta banyak,berpangkat tinggi,atau bahkan memiliki kekuasaan social da politik yang besar.Namun sebagian orang justru berpendapat sebaliknya,bahwa hidup mulia adalah kemampuan untuk berbuat kebaikan terhadap diri dan sesama serta mencegah kemungkaran,kerusakan,keburukan dengan menggunakan semua potensi diri,baik fisik,pikiran harta serta selembar nyawa yang mereka miliki.

Konsep yang terakhir ini,kini memang sudah jarang dimiliki oleh kalangan luas masyarakat.sebab dalam era kapitalisme saat ini prinsip dasar seperti ini menjadi sebuah barang langka yang susah didapat.

Katakanlah semua batasan batasan formal kita kesampingkan,maka apa yang akan diperbuat oleh manusia jika diberikan peluang untuk mengekspresikan jalan yang ditempuh untuk mewujudkan Kemuliaan Hidup.Bangsa kita ini pernah merasakan bagaimana sebuah mengejar cita cita untuk mewujudkan kemuliaan hidup yang esensi,yakni ketika rakyat bangsa ini ingin terbebas dari kejinya kolonialisme bangsa Eropa dan Bangsa kuning jepang.Slogan “Hidup Mulia atau Mati Syahid” menjadi sebuah kekuatan luar biasa yang mampu menggelorakan semangat ekspresi diri.Sedemikian besarnya pengorbanan ,maka para pengobar “hidup Mulia atau mati syahid’ ini digelar dengan pahlawan.Ketika hidup Mulia sudah menjadi sebuah nilai yang tidak dapat ditawar tawar lagi,maka selembar nyawa pun terasa tak berharga.mungkin demikian pikiran para pendahulu bangsa ini.

Dan hasil dari keteguhan prinsip ini,maka kini bangsa ini dapat merasakan hasil dari perjuangan yang berdasar pada “Hidup Mulia atau Mati Syahid”.Kini,semua keadaan ini sepatutnya diteruskan oleh generasi penerus bangsa,bukan berarti harus mengorbankan nyawa atau harus melakukan Bom bunuh diri,namun sepatutnya membekali diri dengan berbagai ilmu kecakapan dan keahlian sserta dilandasi dengan keimanan kepada Yang Maha Kuasa.Guna mengisi masa hidup pasca perjuangan para pendahulu.sudah bukan waktunya lagi untuk berpangku tangan dan bermalas malasan,segeralah mewujudkan karya,membuktikan kepada Dunia bahwa bangsa Indonsia adalah bangsa yang besar,bangsa yang mampu berbukti dalam kompetisi dunia untuk kebaikan dan kemuliaan,Kini masa sudah berubah,maka sepatutnya kita juga harus merubah paradigm,untuk lebih maju daripada hari hari berselang.SEMOGA (hak cipta SDL)

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s