“Matahari Terbenam di Nukus” Bag I


Lokwerin,11 ramadhan 1432 H.

Pulau Kur ,dengan Gunung Makara yang menjulang tinggi,masih menyimpan sejuta mistery yang hingga kini masih belum terungkap.terlalu banyak penghalang untuk menyibak tabir yang menyelimutinya,mulai dari lautnya,para pendatang di pulau ini wajib menghadapi gelombang lautnya yang terkenal “agak kasar”,walau musim teduh,namun hantaman gelombang Laut Kur masih terasa mantap sampai di saraf kepala,sehingga bagi yang tidak biasa berlayar maka muntah karena mabok laut adalah alternative yang sulit ditolak.

Sampai di dermaga pelabuhan kapal,saya bersama kawan Tim PT PLN (Persero) cab Tual langsung turun dari kapal KM Puma dan menginjakan kaki di dermaga Lokwerin.

Kedatangan kami ada hubunganya dengan uji coba pelayanan listrik 12 jam bagi masyarakat P Kur,sebab selama berdirinya,PLN ranting Kur baru bisa menjalankan pelayanan Listrik selama 6 jam sehari,yakni mulai dari Pkl.18.00 hingga Pkl 24.00 waktu setempat.

Nah.dengan kedatangan Tim PLN ini,peningkatan pelayanan masyarakat P Kur pemakai jasa Listrik Negara terwujud sebagaimana yang diidam idamkan.Tim dipimpin oleh Asman (asisten manager) Pembangkitan PT PLN Tual.Ikbal Sjaidra.Pria + 50 tahunan ini,terlihat sangat tegar,bahkan lebih terlihat sangat matang.maklum,umurnya yang + setengah abad itu mungkin mengakibatkan kematanganya terpancar dari sorot matanya.

Kedatangan saya kali ini adalah yang ke Tiga kalinya.setelah pernah datang dengan rombongan Wakil waliKota Tual,Adam Rahayaan dalam rangka mengadakan perdamaian antar warga yang bertikai akibat “Bola kaki” antar desa dengan memperebutkan piala Camat Kur,Asis Fidmatan S.Sos.M.Si. dan kompetisi Sepak Bola kelas kampung yang digalang oleh Tim PNPM-Mandiri.Kedua even itu semua rusuh,mungkin masyarakat terobsesi dengan kompetisi sepak bola professional Centro campo Lega Calcio serie A,atau Priemer Leagu di Inggris.jadinya bukan saja sekedar tendangan pisang Ronaldo yang di Impor namun ,anarkhis pendukung Fiorentina atau fanatisme pendukung Liverpool juga turut di tiru,sehingga jadinya kacau.

Sehingga kedatangan saya kali ini sudah tidak susah seperti dulu lagi,sejumlah pemuda dari Desa Lokwerin sudah menyambut saya dengan senyum,senyum khas mereka “Senyum Lokwerin”.penuh keluguan dan ketulusan.

Beny Madamar,Sendy wara,dan 3 pemuda lainya yang belum saya tau persis namanya,datang dan menyalami saya ,”Abang,su datang ini kah,apakabar ?”kata beny .

Tanpa terlalu banyakpercakapan formil,saya langsung menerima service beny dkk nya,sementara perhatian saya terhadap Tim PLN sudah berkurang,sebab biarlah mereka dengan agendanya,sementara saya juga punya agenda khusus yang boleh dikata juga penting,yakni Tugas jurnalis.

Lugu,itulah kesan saya tentang Kur ketika saya menjumpai penduduknya.Mereka tidak seperti yang diceritakan oleh kebanyakan orang di Kota Tual dan Maluku Tenggara,yakni sebagai etnis yang kasar dan suka buat “rese”,jika ada,mungkin itu hanya group pemuda yang suka mabuk mabukan diseputaran gudang dolog Tual,sementara 99% masyarakat Kur ternyata tidak seperti sebagaimana yang dipresentasikan oleh 3 atau 4 pemuda yang suka mabuk mabukan itu.Semoga mereka lekas sadar.

Etnis Kur sebenarnya tidak bisa jika di bilang Suku Kai,karena etnis Kur punya bahasa dan karakter yang berbeda,jika di sebut Etnis Seram,mungkin bisa ,sebab antara orang Kur dan Masyarakat Seram bagian Timur bisa saling berkomunikasi menggunakan bahasa daerah mereka,sementara untuk berkomunikasi dengan Suku Kei,masyarakat Kur menggunakan bahasa Kei dan bahasa Melayu Ambuwun.

Di Desa Lok Werin,saya menginap.dirumah mama Mina,saudara perempuan dari pak sudiyono,anak dari Hi.Muhammad Nur& Hj.Waisya letsoin.

 

2 thoughts on ““Matahari Terbenam di Nukus” Bag I

  1. salut, sbg pecinta & penikmat keindahan nusantara sy selalu berangan-angan utk dpt berkunjung ke tayandu dan kur, namun sulit mendapatkan informasi. kl bisa, diteruskan ceritanya🙂

    bbrp bulan lalu sy berkunjung ke kei namun tak sampai ke tayandu krn ombak sedang besar.

    Balas
    • trimas bang….saya mencoba memperkenalkan wilayah kepualauan Kota Tual (Kur,Tayando,Tam) sebab menurut saya banyak hal berharga dan mepunyai keunggulan komperatif yang belum terjamah dan belum diasah sehingga memperkaya khazanah budaya serta potensi wisata.saya berharap usaha saya tidak sia sia,mhn agar juga dishare kan ke kalangan luas.
      -tentang ombak ,memang jika dimusim musim pada bulan tertentu akses kewilayah pulau Kur,Tayando dan Tam sangat sulit karena ombak yang agak besar
      -silahkan anada berkunjung,kami akan sangat bangga jika ada tamu yang hendak mengunjungi wilayah pulau Kur.tayando dan Tam.
      -salam

      Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s