JPU Tuntut Terdakwa Pembunuh Ridwan Salamun,Wartawan Sun TV 8 Bulan Penjara


JPU TUNTUT TERDAKWA PEMBUNUH RIDWAN 8 BULAN PENJARA

Tual.SDL.18/02/2011.Kasus pembunuhan wartawan Sun TV pada saat meliput kerusuhan antar warga didesa Fiditan,Ridwan salamun telah sampai pada tahap pembacaan tuntutan.

Bertempat di Pengadilan Negeri Tual,jaksa penuntut umum yang menyeret para terdakwa pembunuh Ridwan Salamun,wartawan Sun TV menuntut para terdakwa pelaku pembunuhan dengan hukuman 8 bulan penjara.

Para terdakwa pembunuh ridwan salamun diantaranya adalah,Ibrahim ,Selasa dan Hasan.ketiganya diketahui terjerat pasal 338 dan 351 ayat 1 dan 4 KUH-Pidana.

Terkait tuntutan jaksa tersebut,Sandi Salamun,dari pihak keluarga Korban Ridwan salamun menyatakan rasa sesal dan heran atas tuntutan jaksa penuntut umum yang meminta agar majelis hakim menghukum para terdakwa dengan hukuman kurungan 8 bulan penjara,sebab menurutnya tuntutan tersebut sangat ringan dan jauh dari rasa keadilan.katanya.”dalam tuntutan jaksa tersebut justru terkesan bahwa seolah-olah Para terdakwa pembunuh Ridwan Salamun jusrtu yang menjadi pihak korban,sementara Ridwan Salamun sendiri terbalik menjadi pelaku atau penganiaya atau pembunuh”kata sandi.

Atas tuntutan jaksa ini,Sandi sebagai pihak keluaraga Almarhum justru mencium adanya aroma tak sedap dibalik langakah hukum yang diambil oleh JPU,”Saya mencium adanya aroma tak sedap praktek mafia hukum,mana bisa korban berubah menjadi pelaku dan pelaku justru menjadi korban,ini penegakan hukum apa-apaan?” kata Sandi

Sandi juga mencatat bahwa dalam proses hukum yang berlangsung sempat terjadi sejumlah perubahan dalam pasal pasal yang digunakan untuk menjerat para terdakwa,yakni ketika para terdakwa dilimpahkan oleh penyidik polisi ke Kajaksaan Negeri Tual (P 21),para terdakwa dijerat dengan pasal 338 dan 351 ayat 1 dan 4 KUH Pidana,namun anehnya pasal pasal jeratan ini justru berubah ketika berada ditangan jaksa dalam tingkat dakwaan dipengadilan negeri Tual menjadi pasal 170 abjad 3 KUH Pidana,subsidair pasal 351 ayat 3 jo pasal 55 KUH Pidana.yang nota bene lebih ringan hukumanya dan anehnya lagi pasal pasal jeratan tersebut bahkan menjadi semakin mengerut menjadi pasal 170 abjad 2 dan 3 .kata sandi.

Atas hal ini,pengakuan Jaksa Ohelo yang berdiri selaku JPU diruang kerjanya saat dikonfirmasi justru semakin menguatkan adanya indikasi dugaan mafia hukum dan atau berlaku keliru dalam memahami tindak pidana yang terjadi sebagaimana yang ditudingkan kepadanya.Ohelo menyebut bahwa sesuai fakta persidangan bahwa para terdakwa melakukan  pembunuhan kepada Korban Almarhum Ridwan Salamun adalah dengan cara memukul menggunakan benda tumpul dan bukan menggunakan senjata tajam,hal ini menurutnya adalah berdasarkan visum et repertum yang dikeluarkan oleh pihak medis.Sementara berdasarkan data dan fakta,Ridwan salamun diketahui mengalami luka robek akibat sabetan senjata tajam dibagian kepalanya sebesar  luka memanjang 18 cm dan sedalam 4 cm.dan luka seperti ini tentunya mustahil jika diakibatkan oleh pukulan benda tumpul.untuk hal ini jelas terjadi sebuah kebohongan yang nyata dan dibuat seolah olah fakta.

asal tau saja.berdiri selaku jaksa penuntut umum dalam perkara ini adalah Kasie Pidum kejari Tual,J.Ohelo SH.dan ketiga terdakwa didampingi oleh kuasa hukum mereka M yahya Matdoan SH.sementara sidang ini hanya dihadiri oleh 2 orang hakim yakni Dedy sahusilawane SH dan Eko S.SH.(bm)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s