BANTUAN DINAS KELAUTAN & PERIKANAN MALRA DINILAI GAGAL ’’KETIKA PETANI ‘DIHADIAHI’ SPEEDBOAD’’


Langgur.SDL.” Hakikat Pembangunan  adalah peningkatan kesejahteraan rakyat,sehingga pemerintah mestinya sedapat mungkin dapat menciptakan program pemberdayaan yang tepat guna dan menyentuh sasaran” .Hal ini dikemukakan oleh seorang akademisi yang tak mau diekspose namanya baru-baru ini, Misalkan saja bantuan pemberdayaan yang dilakukan oleh dinas kelautan dan perikanan Maluku Tenggara,sudah 3 tahun bantuan alat tangkap ikan dikucurkan kepada nelayan namun hasilnya nol,ujarnya “kita bisa lihat diseluruh desa masih saja ada masyarakat yang melaut dengan menggunakan alat tangkap seadanya,sedangkan masyarakat yang menerima bantuan seperti speedboat dan jaring tidak digunakan untuk memancing ,hanya ditambatkan saja bahkan ada yang mengalihkannya untuk bisnis transportasi penumpang atau bahkan menjualnya untuk keperluan pribadi.

Menurut pantauan SDL , hal ini memang terlihat pada beberapa desa di kec.kei kecil dan Kec.kei kecil barat, Bahkan menurut beberapa sumber yang sempat diwawancarai mengatakan bahwa mereka sudah berkali-kali melayangkan proposal namun hasilnya justru orang lain yang menerimanya bahkan terkesan pilih kasih. “masa orang yang tidak pernah ke laut bisa diberi bantuan speed itu,lalu katong yang tiap hari melaut ini bagaimana”ujar om ongko salah satu nelayan asal desa warbal yang sempat diwawancarai SDL baru-baru ini. ……bingung khan? Yah memang kita semua akan pusing dengan proses penyaluran bantuan ini,padahal sebenarnya kata bantuan sinonimnya menolong ,dan menolong adalah membantu,namun kalau yang dibantu adalah bukan yang seharus ditolong maka mereka ini harus ditolong karena sebenarnya mereka sudah saatnya di tolong, begitu juga yang terjadi di dinas kelautan dan perikanan Kabupaten Maluku Tenggara , mungkin saja mereka sekarang pusing tujuh keliling untuk menarik lotere pemenang yang akan dikasih bantuan, Om ongko salah satu nelayan TULEN asal desa warbal harus pasrah menerima kenyataan hidupnya, dengan bermodalkan tasi dan kail ,ia mendayung sampan bututnya menuju laut mencari ikan.

 

“Selama 3 tahun yakni tahun 2008-2010 saya membuat proposal ke dinas kelautan dan perikanan untuk diberi bantuan alat tangkat dan speed,ternyata sampai hari ini proposal saya tidak dijawab demikian ujar om ongko si nelayan miskin itu.” Saya juga tidak tahu kenapa proposal saya tidak dijawab padahal orang (nelayan) lain dengan gampangnya menerima bantuan itu,lebih lucunya lagi orang (nelayan red ) itu sebenarnya mereka sama sekali bukan nelayan,saya bisa buktikan perkataan ini.ujar om ongko dengan mata berkaca-kaca. Mereka hanya menggunakan speed itu untuk angkutan orang,bahkan ada yang hanya diparkir saja dibelakang rumahnya (dekat pantai red).ujarnya dengan penuh rasa kekesalan

 

“ini satu lagi raport merah yang dilakukan pemerintah daerah khususnya dinas kelautan dan perikanan maluku tenggara, mau jadi apa kalau bantuan perikanan dikasih buat orang pakai ke kebun yah berarti bukan lagi namanya bantuan tapi lebih cocok diberi nama hadiah.ujar salah satu nelayan yang tak mau dikorankan namanya. Menurut dia,semestinya tujuan akhir dari pemberian bantuan ini adalah terciptanya kemandirian sehingga program pemberdayaan nelayan itu bisa tercapai. “

Ha…ha..ha….ditempat lain ada orang yang Cuma ketawa mendengar kisahnya om ongko, mereka pikir ini sebuah dongeng, seandainya benar!!!!Betapa sadisnya si pemberi bantuan itu,semestinya orang-orang seperti om ongko itulah yang patut dibantu,bukan petani yang dipaksakan melaut sehari guna memenuhi syarat pemberian bantuan itu. Gilaaaa……(malra 01)

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s