Menabur Angin,Menuai Badai


Hakikat pembangunan adalah adanya perubahan dan perubahan mestinya diikuti oleh pertumbuhan kesejahteraan rakyat, kota tual sebagai salah satu daerah otonom yang baru lahir dan sedang giat-giatnya melaksanakan pembangunan disegala bidang ,kini dikejutkan oleh sebuah momentum memalukan bahkan mencoreng muka seluruh masyarakat evav. Tak pelak lagi diseluruh penjuru daerah direpublik ini tercengang dengan adanya pemberitaan tentang dipendingnya SK CPNS yang dilakukan oleh petinggi negara  ini. Semua orang akan bertanya kenapa(1)?masa bisa sih(2)?.

Lantaran adanya laporan seorang anggota DPRD kota Tual,yang notabenenya se-partai dengan Presiden,lantas pejabat negara itu mem-pending  terbitnya SK CPNS kota tual. Yang menarik disini adalah sebenarnya siapakah anggota DPRD tersebut(3)? Dan siapakah pejabat negara tersebut(4)? Tetapi apakah penting kita mengetahui latar belakang mereka. Sebenarnya keduanya tidaklah terlalu penting yang terpenting dalam persoalan ini yakni bagaimana kita memposisikan mereka berdua ini sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya (tupoksi),walaupun disadari sungguh bahwa korelasinya cukup kuat dan tendensi politik yang terkandung dalam persoalan ini sangat tinggi.

Sebagai seorang wakil rakyat memang tugasnya adalah menyalurkan aspirasi rakyat,tetapi rakyat siapa yang diperjuangkan oleh si “wakil rakyat”  ini.apalagi sampai membawa-bawa nama salah satu partai raksasa di negara ini.”Negara ini Milik Partai Demokrat” demikian ujar si wakil rakyat ini, sebuah kalimat  murahan dan hina jika terlontar dari bibir seorang wakil rakyat,hipotesanya adalah mungkin yang dimaksudkan dengan menyalurkan aspirasi rakyat tadi menurut versinya si dia tadi adalah Cuma konstituennya partai demokrat, lalu persoalannya siapakah  46 orang yang ditawarkan oleh si ketua Partai Demokrat kota Tual melalui perjumpaan famillies dengan pejabat negara dijakarta itu,apakah teman –teman dekatnya,familinya,ataukah kontituen partai demokrat,(5)?indikator apa yang akan dipakai untuk menentukan ke-46 orang si wakil rakyat itu(6)?. Anehnya lagi si menteri itu seenaknya saja menuruti anjuran ketua partai demokrat kota tual tersebut. Yang jelasnya semua masyarakat didaerah ini akan mengawal permasalahan ini,dan bukan segampang membalik telapak tangan ,jelasnya akan ada konflik sosial jika penambahan ini tidak mengakomodir seluruh kepentingan masyarakat,,,Namun Apakah tak pernah terpikir oleh si pahlawan kesiangan ini(7) ?Cerita indah dan dramatis yang dituturkan oleh ketua partai pemenang pemilu ini,bisa saja ada kebenarannya,namun pertanyaaannya Untuk apa diceritakan,yang lebih menarik lagi “sapa suruh ose “(8)? yaah memang benar jika dikaji lebih dalam bahwasanya segala urusan pemerintahan ada dibawah kuasa pimpinan daerah yakni walikota dan jajarannya,kalaupun “perjuangan si wakil rakyat” ini demi kemaslahatan masyarakat kota tual,dan upaya untuk mengurangi angka pengangguran dikota maka tentunya seluruh rakyat akan memberikan apresiasi dan dukungan sepenuhnya kepadanya bahkan beribu ucapan terima kasih teriring doa akan dilafaskan kepadanya atas segala upaya dan kerja kerasnya,namun jika kemudian upayanya tersebut menjadi bahan pertikaian antar rakyat maka besar kemungkinan ada “U” dibalik “B”.yang artinya ada kepentingan dari si wakil rakyat ini yang mungkin saja tidak terakomodir dalam proses penerimaan CPNSD kota tual 2010.

Ketua DPC Partai Demokrat Kota Tual,atau katakanlah Hasyim Rahayaan SH,sebenarnya bukanlah seorang yang istimewa,apalagi harus diistimewakan.Sebab sepak terjangnya ditengah-tengah masyarkat jauh sebelum ia terjun didunia politik sudah dikenal dengan track record yang tidak terlalu istimewa.Lalu dengan lantang dan tiba-tiba menyebut bahwa Republik ini adalah milik partai Demokrat,maka yang menjadi pertanyaan berikutnya adalah,Lantas partai lainya di Republik ini apakah Cuma Numpang atau Cuma Indekost saja ? he..he..

Pertanyaan selanjutnya “ bagaimana nasib mereka yang memposisikan dirinya sebagai “Lor Labay”(9)? dalam sejarah adat kay, kelompok masyarakat ini adalah mereka yang tidak mau mencampuri urusan perselisihan antara Lor siw dan Lor Lim,kelompok masyarakat yang dikatakan sebagai “Kelompok Pendamai” atau Non Block,bagaimana posisi mereka dalam hukum dan tatanan adat key(11)?Pertanyaan yang sama dalam persoalan ini(12)? Bagaimana posisi masyarakat yang tidak memihak antara “si wakil Rakyat VS “CPNSD” (13)? jawabannya singkat ,kondisi riil menunjukan bahwa mereka hanya duduk diam menunggu hasilnya, mereka akan diam dan terus berdiam seribu bahasa dan hanya akan menjadi penonton dalam pertarungan ini, yang pasti mereka tidak akan memperoleh apa-apa setelah pertarungan ini berakhir nanti.Sungguh ironis bukan?? .Entah apa yang akan terjadi selanjutnya namun masyarakat kota tual kini hanya bisa berharap kepada pemerintah dan DPRD agar secara arif dan bijaksana dapat meyelesaikan persoalan ini,tentunya dengan tidak menimbulkan permasalahan baru dan sedapat mungkin meminimalisir segala akibat buruk yang mungkin saja akan muncul dari masalah ini. (copy right SDL)

cpnsd

2 thoughts on “Menabur Angin,Menuai Badai

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s