ANGGOTA DPRD KOTA TUAL DIPANGGIL PENYIDIK POLDA SEBAGAI PELAPOR DANA ABADI


Tual.SDL.19/01/2010.Penyidik Polda Maluku memanggil  Anggota DPRD Kota Tual yang berposisi sebagai anggota Panitia Khusus dana Abadi,pemanggilan ini dibenarkan oleh sejumlah anggota DPRD Kota Tual digedung rakyat Kota Tual baru-baru ini,”Kami dipanggil untuk dimintai keterangan sebagai saksi pelapor”ungkap salah satu anggota DPRD Kota Tual,Lukam Matutu SH.

Selain itu hal ini juga dijelaskan oleh seorang petugas Polisi yang enggan dikorankan namanya saat menyampaiakan surat penggilan tersebut,”ini surat panggilan tapi isinya saya tidak tahu,mungkin ada hubungan dengan kasus dana abadi yang lagi disidik oleh Polda Maluku “ungkapnya.

Asal tau saja,kasus dana abadi ini sempat mengemuka padaawal tahun 2010 lalu,bahkan oleh DPRD Kota Tual yang menilai bahwa seharusnya Kota Tual mendapat bagian dari dana abadi tersebut namun belakangan hari tidak mendapatkan apa yang mereka tuntut tersebut dan lantasmelakukan langkah politik berupa membentuk Panitia Khusus untuk mengendus dimana keberadaan Dana abadi yang kini sudah tidak abadi lagi itu.

Dana abadi yang diributkan ini sebenarnya berjumlah Rp.80 Milyar,keputusan untuk disimpan dikas daerah pada PT Pank Maluku Cab Tual ini diambil oleh Pemkab Maluku Tenggara dijaman pemerintahan Herman Adrianus Koedoeboen SH.Hal mana oleh Herman Koedoeboen menilai bahwa kondisi keuangan daerah Maluku Tenggara saat itu mengalami surplus akibat Alokasi dana yang bakal dikucurkan untuk wilayah P.Aru dan wilayah Maluku Tenggara Barat batal dilakukan lantaran kedua daerah tersebut sudah resmi dimekarkan.maka jadilah dana sebesar Rp 80 milyar tersebut disimpan oleh bupati Maluku Tenggara di kas daerah di bank Maluku serta diberi Label Dana Abadi.

Namun belakangan hari duit sebanyak itu justru menjadi polemic lantaran adanya sengketa keperdataan antara pemerintah Kota Tual dan pemkab Maluku Tenggara yang masing masing bersikukuh dengan sikap yang bertolak belakang,yakni Pemkab Maluku tenggara menganggap pemkot Tual tdak berhak atasdana tersebut karena tidak didasari oleh Legal standing yang jelas,sementara Pemkot Tual yang dibantu oleh DPRD Kota tual juga ngotot merasaturut berhak atas dana abadi tersebut lantaran Pemkot Tual berpendapat bahwa kisaran dana alokasi umum yang terjadi surplus dan kini berlabel dana abadi tersebut dialokasikan berdasarkan besar dan nilainya sesuai jumlah penduduk padasaat dana tersebut dikucurkan Pemerintah Pusat,dan secara otomatis jumlah penduduk kota Tual tentu masih masuk dalam hitungan alkasi anggaran.

Carut marut kepentingan dan sengketa kepemilikan dana abadi ini semakin memuncak ketika Pemkab Maluku Tenggara mengajukan Ranperda APBD Perubahan thn 2009 dan memasukan dana abadi dalam alokasi anggaran perubahan guna dibahasdan disahkan oleh DPRD Maluku Tenggara pada masa itu.dan hasilnya tentu jelas ,yakni dana abadi sudah tidak abadi lagi lantaran melalui persetujuan DPRD Maluku Tenggara ternyata Dana badai tersebut diambil oleh pemkab Maluku Tenggara,proses pencairan dana abadi itupun oleh pertimbangan DPRD Maluku Tenggara diberi nama PENGAMBILAN dan bukan PENARIKAN,hal ini dikemukakan oleh salah satu unsure pimpinan DPRD Malra mengingat klausul hukum untuk proses pencairan dana tersebut.

Bukan itu saja,seiring dengan pengambilan dan bukan penarikan dana adbadi tersebut,tersiar rumor yang sudah menjadi rahasia umum dikalangan anggota DPRD Kota Tual dan Maluku Tenggara,bahwa pelolosan ranperda pencairandana abadi tersebut diduga terjadi lantaran anggota DPRD Maluku Tenggara mendapat jatah Gratifikasi sebesar Rp.50.000.000,-/orang.dari eksekutif Maluku tenggara sebagai dana pelolosan.

Mendengar kenyataan ini,rakyat kedua kabupaten Kota ini seperti tersontak kaget lantaran mengetahui moral para petingginya yang tergolong rendah,karena tega-teganya menghianati rakyat dengan cara pat kulipat dengan eksekutif Maluku tenggara.

Hingga berita ini diturunkan,masing masing politisi dari kedua kabupaten/kota ini masih belum mau menjelaskan apa yang saat ini sedang terjadi.namun yang diketahui oleh rakyat bahwa kini Penyidik  Polda Maluku sudah berkerja melakukan penyelidikan karena telah terendus aroma menyengat praktek perbuatan melawan hukum untuk memperkaya diri dan atau menguntungkan diri,orang lain atau sebuah korporasi.(bm)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s