Saling Klaim Kepemilikan Tanah, 2 Kelompok warga Nyaris Saling Bacok


Tual.SDL.06/01/2010.Bentrok antar 2 kelompok warga nyaris terjadi diruas jalan baru Lptq-BTN un.Tual.(rabu 05/01),kedua kelompok tersebut masing-masing adalah kelompok warga Tamnge Dumar dan kelompok warga Kur Kilmas.

Aksi perseteruan antara 2 kelompok warga masyarakat ini berlatar belakang masalah sengketa klaim kepemilikan tanah.Aksi saling klaim tanah ini semakin meruncing setelah kedua belah pihak yang berseteru ini tidak mendapat titik temu,Sebuah sumber dilokasi kejadian mengakui akan hal ini,”Perseteruan kedua kelomok warga ini dikarenakan klaim kepemilikan tanah,dan karena kedua belah pihak tidak mendapat titik temu berakibat pada kejadian siang ini”ujar warga yang enggan menyebut namanya.Aksi konfrontasi ini nyaris berujung pada saling bacok anatar kedua kelompok jika aparat tidak segera melakukan pemblokiran pada masing-masing pihak.

Menurut hasil pantauan dan keterangan yang berhasil dikumpulkan SDl ditempat kejadian,diketahui bahwa memang masing-masing kelompok warga yang bersetru tersebut benar memiliki tanah berdasarkan hak adat masing-masing kelompok.namun hingga saat ini masih belum diketahui secara pasti tentang batas-batas kepemilikan tanah masing masing kelompok.Dan atas belum dietahui batasan-batasan tanah secara jelas berakibat pada upaya saling klaimantar warga tersebut.

Kejadian ini sebenarnya sudah berawal dari beberapa letupan kecil diseputaran lokasi yang disengketakan tersebut.Menurut Ali Rettob (warga Kur Kilmas) ,bahwa letupan kecil tersebut dimulai dari upaya seseorang bernama Ongen yang hendak menjual sebidang tanah diseputaran lokasi sengketa kepada Ny. Irma,pemilik resto Pelangi.namun berhubung sebidang tanah tersebut telah diklaim oleh warga Kur Kilmas sebagai bagian dari Tanah adat Kilmas maka upaya penjualan tersebut kemudian digagalkan oleh warga Kur Kilmas,ungkapnya.

“tanah yang akan dijual oleh ongen kepada ibu Irma adalah bagian dari tanah adat kilmas maka kami akan tetap mempertahankan “ungkap warga Kur Kilmas lainya.

Sebagaimana diketahui bahwa,diseputaran lokasi sengketa tersebut memang terdapat sebuah situs pemukiman kuno yang disebut dengan “Kota Kilmas”,lebih tepatnya terletak di sebelah timur jalan baru BTN-LPTQ dan bersebelahan dengan sebuah bukit yang disebut dengan “Bukit Iban”,dan didalam lokasi situs pemukiman Kuno tersebut terdapat sebuah pohon beringin yang di kenal dengan nama “Wawu Hablang”.Lokasi situs pemukiman Kuno Kota Kilmas ini dikelilingi oleh Lutur/pagar batu setebal 3- 4 m,dan setinggi 1-1,5 m.dengan tata letak yang dipetak-petak.

Menurut keterangan dari berbagai sumber,selain diseputaran BTN-Un terdapat juga sebidang tanah didesa Kolser yang juga bernama Tanah Kilmas.

Kedua tempat berbeda dengan nama yang sama ini menurut sumber diinternal pemerintah desa Kolser,adalah memiliki hubungan,yakni lebih tepatnya sebuah bukti tentang keberadaan hak-hak adat Kur Kilmas di wilayah P.Kei kecil dan P.Dullah.

Namun sayangnya,hingga kini masih belum diketahui secara jelas batas-batas kepemilikan tanah secara adat bagi para warga adat diseputaran lokasi kejadian karena pada dasarnya setiap warga adat pasti memiliki hak tanah adat.

Konsentrasi masa akibat upaya konfrontasi dari kedua kelompok masyarakat adat ini kemudian berakhir dengan masing masing kelompok membubarkan diri,setelah sebelumnya pihak aparat kepolisian Resort Maluku Tenggara berhasil melakukan sterilisasi sehingga kedua kelompok tidak saling kontak fisik.(bm)

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s