Sikapi Gejolak Sosial, Unsur Muspida Bakal bentuk Tim Terpadu Penyuluhan Hukum


Tual.SDL.23/11/2010.Bermunculanya berbagai tindak kriminal yang terjadi ditengah-tengah masyarakat Kota Tual,tentunya akan berdampak buruk bagi laju perkembangan pembangunan serta menimbulkan pencitraan buruk, baik secara nasional maupun regional.

Hal ini,Unsur Musyawarah Pimpinan Daerah Kota Tual tampaknya sudah menangkap sinyalemen kondisi sosial masyarakat Kota Tual yang disinyalir masih berada dibawah standar minimum kesadaran hukum.Minimnya kesadaran hukum serta ditambah dengan berbagai tekanan sosial yang dirasakan oleh kaum Rakyat jelata sebagai akibat dari tingginya angka kemiskinan dan angka pengangguran disebut-sebut sebagai pemicu utama bagi terjadinya kriminalitas.Mulai dari tindak pidana penganiayaan,pembunuhan,kekerasan terhadap perempuan dan anak serta tindakan amoral terhadap anak dibawah umur.

Ketua DPRD Kota Tual,RM Waremra kepada SDL diruang kerjanya menjelaskan bahwa menyikapai hal tersebut unsur Muspida Kota Tual telah sepakat untuk membentuk Tim terpadu penyuluhan Hukum,”Muspida sudah respek,semua fenomena sosial akan segera kita sikapi.dan atas dasar pertemuan bersama diruang Wali Kota Tual (22/11),akan dibentuk Tim Terpadu Penyuluhan Hukum”paparnya.

Tim terpadu penyuluhan hukum yang sudah diwacanakan tersebut terdiri dari unsur Pemerintahan dan Penegak hukum (Polisi,Jaksa,Hakim dan Advokat),dan akan diturunkan langsung ke lokasi pemukiman warga yang secara peta kriminologi menyimpan potensi tindak kriminal,imbuh waremra.

Dengan bakal terbentuknya Tim Terpadu ini,semua pihak berharap bahwa angka kriminalitas yang meletup ditengah-tengah meyarakat akan menurun atau jika memungkinkan maka diharapkan Kota Tual akan bebas dari tindak kriminalitas dikarenakan masyarakatnya sudah sadar terhadap hukum,atau minimal memberi pencerahan kepada masyarakat tentang arti pentingnya sadar hukum.

Salah satu Tokoh Perempuan,yang juga adalah wakil Ketua DPRD Kota Tual.Ny.Eva.F.Balubun Spt. Menyebut bahwa sebagai Wakil dari kaum perempuan,dirinya sangat menyambut baik dengan respek yang ditunjukan oleh Unsur Muspida Kota Tual.”Saya sebagai wakil dari kaum perempuan sangat setuju dengan akan dilakukanya penyuluhan hukum kepada masyarakat Kota Tual,itu adalah hal penting dan sangat berharga bagi kaum perempuan.sebab dari sekian banyak kejadian kriminal maka persentase terbesar yang menjadi korban kriminal adalah Kaum perempuan dan anak”Ujarnya.

Lebih jauh Balubun memaparkan bahwa dalam tradisi adat masyarakat Kai,sebenarnya perangkat hukum yang mengatur dan melindungi harkat kaum perempuan sudah sangat lengkap dan jelas,namun sangat disayangkan bahwa pada dekade terakhir ini justru masyarakat semakin jauh dari nilai-nilai adat yang menjunjung tinggi martabat kaum perempuan,jelasnya.

“Mulai dari KDRT,tindak amoral serta penganiayaan yang berakhir pada kematian seseorang,kamu perempuan selalu menjadi korbanya.dan hal ini adalah sebuah tragedy.maka semua pihak harus bertekad kuat untuk segera mengakhirinya”seru Balubun.

Nen Dit Sakmas DPRD Kota Tual ini berharap bahwa semua kejadian yang telah berlalu hendaknya menjadi sebuah pelajaran bagi semua pihak,agar diwaktu mendatang tidak ada lagi kejadian yang mengakibatkan kaum perempuan dan anak menjadi korban kesia-siaan,”Stop kekerasan,dan jangan lagi korbankan kaum perempuan dan anak,sebab mereka ada untuk disayangi dan bukan dirusakan”demikian pungkasnya.(bm)

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s