Korupsi Pengadaan Bagan(Alat Tangkap Ikan) Dinas Kelautan & Perikanan Kab.Malra


Tual.SDL.22/11/2010. Sidang Perkara korupsi proyek Pengadaan Bagan pada Dinas Kelautan & Perikanan kab.Maluku Tenggara thn 2006,senilai Rp.883 juta diPengadilan Negeri Tual memasuki masa sidang lanjutan dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi.mereka tersebut diantaranya adalah Amir Renhoran 46 thn,fransiskus Rahanra alias frangky 36 tahun,Dodi renhoat,esau Talaut alias edy 43 thn,Agustinus rahanra alias agus 55 thn.

Sementara dihadirkan sebagai terdakwa adalah Frangky Kwanandar.Ia dijadikan terdakwa karena sebagai Pemegang Kontrak proyek pengadaan bagan,Kwanandar didakwa tidak mengerjakan proyek tersebut sebagaimana ketentuan/bestek sehingga bagan yang disalurkan kepada para saksi sebagai penerima bantuan ternyata sudah rusak sehingga tidak berfungsi sebagaimana seharusnya.

Sidang ini dipimpin oleh ketua Majelis hakim,Hendri Tobing SH,didampingi oleh 2 hakim anggota masing masing Jemy Waly SH dan Eko Prayitno SH.hadir sebagai jaksa penuntut Umum yakni Jaksa reynaldi SH dan Jaksa Andi Usama SH,sementara Terdakwa frangky Kwanandar didampingi oleh 2 penasehat hukumnya yakni Friben Herwawan SH dan Lopianus Ngabalin SH.

Dalam siding tersebut,ke-5 saksi yang dihadirkan jaksa mengaku bahwa bagan yang mereka terima tersebut sudah tidak dapat digunakan untuk menangkap ikan,lantaran pada body bagan mengalami kebocoran yang parah.hal ini menurut penuturan para saksi yang berada dibawah sumpah tersebut diduga dikarenakan body bagan terbuat dari bahan kayu yang tidak seharusnya digunakan,yakni berbahan baku kayu dengan jenis dan kwalitas yang rendah.

Kendati sudah dilakukan perbaikan,namun para saksi mengaku body bagan tidak dapat digunakan lantaran kebocoran pada body tetap terjadi,bahkan beberapa saksi juga menjelaskan bahwa bagan mereka sempat mengalami tenggelam lantaran kebocoran yang sangat parah pada body.

Dalam perkara ini,Kwanandar dituding wajib bertanggung jawab atas kerugian Negara dan rakyat yang terjadi akibat perbuatanya dalam melakukan pekerjaan pemborongan pengadaan bagan yang tidak sesuai bestek.dalam kasus ini,berdasarkan fakta persidangan didapati pula bahwa salah satu pihak yang layak bertanggung jawab adalah seseorang yang bernama Moh Suban Ngangun.namun sayangnya ngangun tidak turut dijadikan terdakwa dalam kasus ini,kendati ia adalah sub kontraktor yang mengerjakan Proyek ini.

Asal tau saja,Kwanandar dalam perkara ini dijerat dengan pasal 2 dan pasal 7 UU no 31 thn 1999 jo UU no 21 thn 2001,tentang pemberantasan  tindak pidana Korupsi,dan ia terancam di ganjar dengan hukuman pidana penjara maksimal 15 tahun penjara dan pidana denda maksimal  Rp.1 Milyar.(bm)

One thought on “Korupsi Pengadaan Bagan(Alat Tangkap Ikan) Dinas Kelautan & Perikanan Kab.Malra

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s