“Sarang Buaya”,Akhirnya diTemukan


Tual.SDL.17/11/2o1o.Buaya pengganggu warga yang akhir-akhir ini ditengarai telah meresahkan warga Kota Tual,akibat melakukan penyerangan terhadap 2 orang warga,Ny.Wasaena dan Tur Renwarin pada beberapa hari lalu.kini sudah diketahui tempat persembunyian alias sarangnya.

Buaya liar penggangu tersebut diketahui bersarang pada sebuah liang/goa kecil yang berlokasi pada pinggir pantai seputaran proyek pembangunan Pos pengawasan DKP Dumar-Tual.berdasarkan tinjauan SDL langsung ke lokasi dimaksud,Goa kecil/liang yang menjadi sarang buaya liar penggangu tersebut kini sudah rusak lantaran tertimbun oleh tanah yang sengaja dilakukan oleh perusahaan kontraktor proyek Pos pengawasan DKP.

Saat yang sama berhasil dilakukan pantauan pandangan mata,bahwa buaya liar pengganggu warga tersebut sedang berada diperiaran pantai yang terletak antara dermaga pangkalan Angkatan Laut Tual dan Dermaga Pelabuhan perikanan Dumar-Tual.

Menurut salah satu warga(Haris,35 thn) yang juga sedang melakukan cek dan ricek ketempat yang dikabarkan sebagai sarang buaya tersebut menjelaskan bahwa,kehadiran buaya pengganggu itu masih tergolong baru,sebab menurutnya selama ini belum pernah ada ditemui adanya buaya pada lokasi tersebut.Sebagai bukti,Haris menyebut tentang adanya tanaman budi daya rumput laut yang terdapat tepat dilokasi sarang buaya,bahwa selama ini petani rumput laut yang melakukan kegiatan dilokasi tersebut tidak melihat ataupun mendapat gangguan dari sosok buaya,”Ini pasti buaya yang nyasar,sebab selama ini tidak ada terlihat sosok buaya,dan jika sudah ada sejak lama maka pasti para petani rumput laut sudah dimangsa oleh buaya tersebut,karena mereka mengadakan kegiatan pada lokasi tempat buaya bersarang”sebutnya.

Sementara sebuah pendapat yang sangat kontradiksi justru diberikan oleh Kadus Mangon,Ia menjelaskan bahwa buaya pengganggu warga tersebut adalah bagian dari simbol Adat masyrakat Adat Tamnge,ia berpendapat bahwa buaya tersebut adalah buaya adat dan penjelmaan dari Sosok Leluhur mereka,”itu buaya adat,jadi saya minta jangan diapa-apakan,takutnya nanti bakal terjadi sesuatu yang lebih buruk”jelasnya.

Namun,kondisi kehadiran buaya ini justru disikapi oleh dengan sangat serius oleh warga lain,sebagian mengatakan bahwa buaya tersebut adalah benar-benar buaya sungguhan yang sangat berbahaya karena mengancam warga yang melakukan kegiatan di seputar pantai Wara hingga pantai Dumar,sebab menurut warga,kini orang sudah tidak berani melakukan aktifitas mengurus rumput laut mereka ataupun membuang hajat dipantai,karena khawatir diserang secara mendadak oleh buaya pengganggu tersebut,jelas warga.

Atas kondisi ini,dimintakan kepada pihak terkait sekiranya dapat menyikapinya karena keselamatan masyrakat sudah jelas-jelas terancam,jika memungkinkan agar Si Buaya pengganggiu tersebut ditangkap hidup-hidup dan dikarantina atau dikandangkan sehingga tidak merusak kepercayaan masyarakat yang mengganggap bahwa buaya tersebut adalah buaya adat sekaligus memberi rasa aman bagi warga lainya yang menganggap bahwa buaya tersebut adalah buaya liar yang sangat berbahaya bagi keselamatan warga.Demikian pinta warga (bm)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s