PERLU ADA REGULASI KHUSUS UNTUK BERDAYAKAN MASYARAKAT ADAT


Tual.SDL.12/11/2010.Kota Tual yang mempunyai potensi sosiokultural yang besar berupa masih tumbuh dan berkembangnya keberadaan masyarakat adat beserta kekultusan symbol-simbol adat yang masih dipercaya kebenaranya,menjadikan Kota Tual sebagai salah satu Kab/kota yang memiliki kekhususan dibandingkan kab/kota lainya diwilayah Propinsi Maluku.Hal ini dikatakan oleh Wakil Rakyat Kota Tual dari Partai Pohon Beringin (GOLKAR) Bs.Renwarin di gedung Rakyat Kota Tual (11/11).

“Kota Tual punya potensi Besar untuk dikembangkan,yakni keberadaan masyarakat adat Kai yang masih eksis hingga saat ini,namun sayangnya hingga saat ini masih belum ada regulasi positif yang mengarah untuk memberdayakan masyarakat adat”sebutnya.

Renwarin juga menyebut bahwa ,keberadaan masyarakat adat Kai sebenarnya adalah asset berharga bagi Kota Tual sebab hal ini adalah identitas Kota Tual yang sebenarnya,”Mereka(masy.adat) adalah identitas Kota,dan untuk hal ini tentunya harus ada perangkat lunak yang mengatur keberadaan mereka’terangnya.

Ditanya terkait upaya wacana pemerintah untuk merancang Peraturan daerah tentang Sasi/hawear,Renwarin mengungkapkan bahwa wacana akan diperdakan sasi/hawear menjadi sebuah perangkat lunak Hukum untuk Kota Tual adalah sebuah upaya positif pemerintah dalam memberikan ruang yang luas untuk masyarakat adat dalam mengekspresikan tatanan adat,”Wacana perda sasi adalah sebuah ide positif,ini pertanda bahwa sebenarnya sinyal tentang potensi masyarakat adat sudah ditangkap oleh Pemkot.”imbuhnya.

Renwarin menimpali juga bahwa laju pembangunan serta pertumbuhan ekonomi Kota Tual sekiranya dapat menanjak apabila adasebuah kemitraan yang positif antara Pemerintah dan Masyarakat adat,sebagai missal,adalah keberadaan sasi adat yang harus diperjelas batasan-batasanya serta syarat diperbolehkan pemancanganya,sebab selama ini ia menilai bahwa sebagai salah satu symbol adat yang masih dipercaya keskralanya,sasi cenderung digunakan oleh oknum untuk sebuah kepentingan yang pada dasarnya jauh dari nuansa adat,jelasnya.

Olehnya,Renwarin berharap agar pada masa akan datang ada semacam regulasi khusus yang mengatur tentang kemitraan antara pemerintah dan masyarakat adat,”terlepas sebagai wakil rakyat,saya ini kan anak adat juga,olehnya saya berharap bahwa akan ada sebuah regulasi positif dari Pemkot untuk mengatur keberadaan masyarakat adat,bila perlu ada semacam dewan adat atau lembaga adat yang bisa menjembatani antara kepentingan pembangunan yang diselenggarakan oleh Pemerintah serta kepentingan kelestarian nilai-nilai tatanan budaya masyarakat kai,sehingga semua lini serta sisi social pembangunan dapat berjalan sebagaimana seharusnya,tandasnya.(bm)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s