Dilarang membawa BBM,PENUMPANG KM.BANDA NEIRA “NGAMUK”


Tual,SDL.puluhan gen berisikan BBM jenis solar dan minyak tanah milik penumpang KM.Banda Neira,sabtu 05/11/2010,diturunkan secara paksa oleh petugas pelabuhan Tual,PLH Kanpel Tual,A.Rejaan saat ditemui SDL diruangan kerjanya baru-baru ini mengatakan,langkah yang ambil oleh pihaknya,merupakan tindakan yang sudah sesuai dengan aturan dan undang-undang pelayaran yang berlaku,”kami harus menurunkan BBM yang dianggap berbahaya.demi keselamatan mereka sendiri”jelasnya,
Dikatakannya pula,dalam penegakan peraturan laut kami tidak main-main,karena apa bila terjadi sesuatu dilaut kamilah yang akan bertanggung jawab karena lalai dalam melaksnakan tugas,untuk itu kami harus mengantisipasi sebelum kecelakaan terjadi akibat muatan BBM yang dianggap berbahaya,tuturnya.lebih lanjut dikatakan alangkah eloknya BBM para penumpang yang sudah diturunkan dari kapal,mereka jual kembali agar mereka tidak rugi.jelasnya
Mendengar jawaban seperti itu,para penumpang menjadi kesal dan marah-marah akibat muatan BBMnya diturunkan dari kapal,menurut bambe penumpang asal serwaru,peristiwa ini baru pertama kali terjadi,karena selama ini dirinya selalu membawa BBM jenis solar dan minyak tanah ke serwaru usai menjual ternaknya,dan selama itu tidak pernah ada pemboikotan BBM seperti ini,katanya”sekarang katong orang-orang MBD punya minyak sudah tidak dapat kasih naik ke kapal,mau kasih pulang penjual su minta dengan harga murah,mau buang katong rugi,mau tidak mau, katong jual saja sudah biar katong rugi sedikit seng apa-apa,”kesalnya
Lebih lanjut dikatakan,kalau ada aturan seperti itu,kenapa tidak dari dulu diterapkan?sehingga para penumpang tidak mengalami kerugian seperti ini,BBM yang kami bawah ke kampung halaman,bukan untuk dijual,melainkan untuk keperluan sehari-hari,dikatakannya pula”kami rela berlayar berhari-hari untuk ke tual, untuk menjual ternak dan hasil dari pada penjualan itu untuk membeli BBM, karena BBM didaerah kami sangat sulit dan mahal,”paparnya
Untuk itu kalau memang ada larangan seperti ini,pihak pelabuhan seharusnya menancapkan papan pengumuman disepanjang dermaga tual,sehingga para penumpang dapat mengetahui,tentang adanya larangan oleh pemerintah terkait dengan muatan yang dianggap berbahaya,pintanya.(RD).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s