Sidang Perkosaan Anak Dibawah Umur diwarnai kericuhan PH Minta Majelis Hakim Jatuhkan Hukuman Berat


Tual.SDL.23/11/2010.Kasus Tindak Pidana amoral,berupa pemerkosaan anak dibawah umur yang dilakukan oleh 9 orang pemuda asal desa fiditan terhadap Bunga,12 thn (bukan nama sebenarnya) di Pengadilan Negeri Tual diwarnai kericuhan.

Pasalnya,keluarga Korban,Bunga. Menumpahakan kekesalan mereka sebagai akibat para terdakwa (amrin Rumbouw,Ismail,Jamal Rahayaan,Yahya renuat,sadam ubrusun,Musni sather) mungkir dipersidangan atas apa yang telah mereka perbuat kepada Bunga.Mungkirnya para terdakwa tersebut diduga terjadi lantaran mereka hendak meloloskan diri dari jeratan hukum .

Sebagaimana diketahui bahwa,Bunga.telah mengalami pemerkosaan yang dilakukan oleh 9 orang pemuda didesa fiditan ,6 orang kini terdakwa dan 3 orang masih buron dan masuk dalam DPO.ke-6 terdakwa tersebut didakwa telah melanggar Pasal 81 UU Perlindungan Anak serta pasal 56 KUP-Pidana.dengan ancaman maksimal penjara 15 tahun dan 20 tahun.

Sidang yang dipimpin oleh Ketua Majelis hakim,Ny.Betsy Matuanakota dibantu oleh dua hakim anggota yakni Jemi Waly SH dan Eko Prayitno SH.itu berlangsung tertutup ,namun berdasarkan sebuah sumber yang berada didalam ruang persidangan menjelaskan bahwa pada saat pemeriksaan saksi bagi para terdakwa,didapati fakta yang terkuak tentang tidakan amoral yang dilakukan secara bersama-sama oleh para terdakwa.Hal ini,kontan saja mengakibatkan penasehat Hukum para terdakwa,yakni M.leisubun SH dan Ahmad Matdoan SH bersikap tegas dan secara spontan memohonkan kepada Majelis hakim untuk manjatuhkan hukuman yang berat kepada para terdakwa karena berdasarkan fakta ,para terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana pemerkosaan secara bersama-sama.

Setelah menyampaikan permohonan tersebut,kedua penasehat hukum para terdakwa spontan berdiri dan meninggalkan ruang sidang.

Terkait hal ini,sejumlah warga yang turut berada di Pengadilan Negeri Tual turut angkat bicara,Yatawuni.S(60 thn) berujar bahwa seharusnya pelaku pemerkosaan anak dibawah umur dihukum seberat-beratnya,”Menurut saya,pelaku pemerkosaan anak dibawah umur harus dihukum mati.sebab pada hakekatnya mereka sudah menyiksa anak-anak dan menghancurkan hidup mereka bagaikan mati dalam hidup”serunya.

Sementara dari orang tua Bunga,saat dijumpai SDL menerangkan bahwa semenjak putri mereka mengalami kejadian biadab dan tak berprikemanusiaan itu,kini putri mereka berada pada kondisi kejiwaan yang sangat labil,”Anak saya terkadang menangis sendiri,lebih sering merasa minder dan terkadang susah dikendalikan jika sudah menangis”ungkapnya.orang tua Bunga,berharap kiranya Majelis Hakim pengadilan negeri Tual dapat berlaku adil kepada putri mereka,jika tidak maka wajah hukum tentu akan tercoreng akibat ulah para pemuda yang berhati iblis dan berjiwa binatang yang telah memperkosa putrinya.(bm)

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s